“Untuk jalan masuk ke smelter itu akan segera di perbaiki oleh pemerintah, sementara untuk di dalam lokasi smelternya itu tanggung jawab pihak perusahaan,” ujarnya.
Selanjutnya gubernur juga meminta agar Pengelola KEK terus memberikan pelayanan terbaik kepada investor yang akan membangun industri di kawasan KEK, baik dari sisi perizinan dan dan pemanfaatan lahan.
“Semua pihak harus memberikan jaminan kenyamanan untuk berinvestasi di Sulteng, utamanya di KEK Palu ini. Termasuk soal patokan harga tanah tertinggi dengan harga wajar di lokasi KEK, sehingga tidak membuat investor mengurungkan niatnya berinvestasi,” tuturnya.
Gubernur mengatakan, smelter tembaga dan besi milik PT Wanhong akan dapat merekrut tenaga kerja sekira 30 ribu pekerja.
“Ini sudah luar biasa karena akan banyak membantu anak-anak kita yang membutuhkan lapangan kerja. Kita tinggal menyiap skil sesuai kebutuhan industri yang ada melalui BLK Palu,” katanya.
Karena itu, gubernur meminta dukungan dan doa semua pihak atas upaya pembangunan yang dilaksanakan pemerintah Sulteng.
“Kita sudah banyak menghasilkan prestasi seperti Peningkatan Fiskal Daerah yang saat ini sudah mencapai Rp1,71 Triliun dari sebelumnya yang hanya Rp900 miliar,” tambahnya.
Penurunan Kemiskinan dan Pengangguran 1% dan IPM kita sangat baik 70,28, Pertumbuhan Pembangunan Tertinggi Kedua Secara Nasional 13,70 % dan investasi yang masuk daerah kita tertinggi kedua secara nasional yang mencapai Rp76 triliun di TW III dan ditargetkan mencapai Rp100 triliun di TW IV.
“Ini menjadi kebanggaan kita semua sebagai masyarakat Sulteng dan terus berjuang untuk terus membangun daerah ini lebih cepat lagi,” jelasnya.
Turut mendampingi gubernur Rusdy Mastura dalam kunjungan itu yakni Karo Adpim, Edy Lesnusa, Tim Ahli Gubernur Bidang Peningkatan Fiskal Daerah dan Investasi Rony Tanusaputra. ***






