“Kalikan ratusan unit rumah seperti itu, maka dugaan kami berapa uang yang didapatkan,” katanya.
Berdasarkan hal tersebut lanjutnya, kuat dugaan konsep bedah rumah ini muncul dari Pejabat Pembuat Komitmen (PKK) BP2P Sulteng, Musniar M. Silondae. Sebab, sebelumnya konsep seperti itu belum ada.
Kepala Satuan Kerja (Kasatker) BP2P Sulteng, Ervika yang dikonfirmasi melalui tim media yang tergabung dalam konsorsium, Kamis (23/2/2023) malam via chat WatsApp tak bersedia menjawab.
Ia meminta wartawan konfirmasi ke PPK Musniar perihal program bedah rumah tersebut.
Sementara, PPK Musniar yang dikonfirmasi via WA pada Kamis dan Jumat 23-24 Februari 2023 tidak menjawab pertanyaan, padahal pesan chat WA centang dua.
Untuk di ketahui sebagaimana dikabarkan sebelumnya, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Wilayah Sulawesi II melaksanakan program meningkatkan kualitas 5.915 unit rumah warga miskin di Sulteng sebagai bentuk percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem.
Dilansir dari Antaranews, Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan BP2P Sulawesi II Erpika Ansela Surira di Palu tahun lalu mengemukakan kegiatan peningkatan kualitas rumah dilakukan lewat Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2022.
“Iya, untuk tahun 2022 terdapat 5.915 unit rumah keluarga penerima manfaat di Sulteng yang menjadi sasaran Program BSPS,” kata Erpika kala itu.
Berdasarkan data BP2P Sulawesi II sebanyak 5.915 unit rumah yang menjadi sasaran, diperuntukkan bagi 5.915 keluarga di Sulteng, yang tersebar di sembilan kabupaten dan satu kota Sulteng meliputi Kabupaten Poso, Donggala, Tolitoli, Parigi Moutong, Tojo Una-Una, Sigi, Banggai Kepulauan, Morowali dan Morowali Utara serta Kota Palu.***






