“Kita tidak butuh orang yang mengaku kader, tapi tidak pernah kita lihat dalam kegiatan konsolidasi partai. Ada orang tidak pernah datang pada kegiatan partai, tiba – tiba datang memakai baju merah, lalu mengaku kader partai. Lebih baik kita terima orang baru, daripada kader seperti itu,” tegas Muharram.
Wakil Ketua DPRD Sulteng ini juga menegaskan, pada Pemilu 2024 nanti, PDI-Perjuangan harus keluar sebagai pemenang untuk ketiga kalinya, tentunya dengan cara-cara yang konstitusional.
Olehnya, Rakerda kali ini kata Muharram, harus dapat meneguhkan semangat gotong royong dalam rangka menghadapi Pemilu Tahun 2024 agar bisa memenangkan Pemilu.
“Mulai saat ini, konflik internal partai atau apapun namanya sudah tidak boleh ada lagi. Semua sudah harus selesai, karena yang kita hadapi adalah “perkelahian” di luar internal partai kita bukan sesame kita. Jika kita liat perkembangan pendaftaran partai di KPU, paling tidak kita akan menghadapi 11 sampai 14 partai,” katanya.
Muharram menegaskan, ada beberapa instruksi dari DPP yang harus dilaksanakan antara lain ketaatan untuk memenuhi semua perintah partai dan sebagai kader harus taat.
“Ketum DPP PDIP telah menyampaikan bahwa prioritas utama adalah instruksi partai. Jadi kalau ada kegiatan lain selain kegiatan partai, maka prioritasnya adalah instruksi partai,” tegas Muharram.
Muharram bersyukur, saat ini kepengurusan partai di Sulawesi Tengah sudah 100 persen dan tentunya sudah siap bersaing dengan partai apapun.
Politisi senior PDI Perjuangan ini menyampaikan, saat ini ada beberapa kader PDIP yang menjadi ketua DPRD yakni di Kabupaten Banggai dan Banggai Laut (Balut). Kades PDIP juga menempati posisi wakil ketua DPRD di tingkat Provinsi Sulteng, DPRD Kabupaten Buol, DPRD Kabupaten Parigi Moutong dan DPRD Banggai Kepulauan (Bangkep).***






