Berkaitan dengan masa penjajahan, siswa juga berziarah ke makam Malonda yang merupakan salah satu tokoh perlawanan pada kolonial pada awal abad ke 20. Makamnya berada di Gunung Bale dalam sebuah kompleks pemakaman. Pentingnya kunjungan ke makam tersebut sebagai rangkaian pengenalan terhadap tokoh-tokoh pejuang masa pemerintahan Belanda.
Adanya kunjybgan tersebut dinilai Ketua Yayasan Donggala Heritage, Zulkifky Pagessa menjadi salah satu alasan untuk dilakukan revitalisasi san pekestarian benda-benda peninggalan bernilai sejarah kota Donggala. Sebab secara realitas menjadi obyek kajian atau penelitian danvkunjubfan wisatabyang terbuka.
Penulis : JAMRIN AB






