Ratusan Siswa SMAN 4 Palu Lakukan Lawatan Sejarah di Kota Donggala

oleh -
Siswa SMAN 4 Palu lakukan lawatan sejarah ke bangunan peninggalan Belanda di Donggala. (Foto : JAMRIN AB)

Donggala, Posrakyat.com – Kota Donggala menjadi tujuan lawatan sejarah dari kalangan pelajar Kota Palu menjadi spirit untuk ditingkatkannya pengelolaan wisata budaya dan sejarah kawasan kota tua. Dalam sepekan terakhir ini saja sebanyak 600 siswa SMA Negeri 4 Palu melakukan lawatan ke Donggala untuk mengenal lebih dekat peninggalan kolonial Belanda.

Menurut Adsun Ismail salah satu guru pembina mata pelajaran Sejarah SMA Negeri 4 Palu, kegiatan lawatan sejarah ini sebagai bagian pembelajaram yang berintegrasi dengan Sejarah di sekolah dalam konteks lokal. “Selama ini yang tercantum dalam buku pelajaran bila membahas sejarah kolonial itu berada di Jawa atau daerah lainnya, padahal daerah kita juga memiliki potensi untuk dipelajari sehingga kami membawa siswa ke Donggala sebagai kota yang pernah menjadi pusat pemerintahan Belanda. Karena itu sangat relevan dan masih ada peninggalan berupa bangunan-bangunan bernilai sejarah,” jelas Adsun Ismail.

Dari hasil kunjungan tersebut seluruh siswa yang berkunjung akan membuat tugas laporan dari hasil kunjungan yang dibuat secara berkelompok. Tugas tersebut akan dipresentasikan di depan ruang kelas setiap kelompok dan akan dinilai oleh guru. Kata Adsun sejak beberapa tahun ini siswanya melakukan kunjungan sejarah ke Donggala selain ke Kabupaten Sigi.

Khusus di kota tua Donggala objek kunjungan berada di pelabuhan PKKD (Pusat Koperasi Kopra Daerah) peninggalan Belanda. Selanjutnya siswa berkunjung ke bekas rumah dinas PELNI zaman Belanda yang bangunannya berada di tengah kota. Selain itu yang jadi tempat kunjungan adalah bekas rumah Asisten Residen Donggala di Gunung Bale yabg saat ini ditempati Wakil Bupati Dinggala.

Berkaitan dengan masa penjajahan, siswa juga berziarah ke makam Malonda yang merupakan salah satu tokoh perlawanan pada kolonial pada awal abad ke 20. Makamnya berada di Gunung Bale dalam sebuah kompleks pemakaman. Pentingnya kunjungan ke makam tersebut sebagai rangkaian pengenalan terhadap tokoh-tokoh pejuang masa pemerintahan Belanda.

Adanya kunjybgan tersebut dinilai Ketua Yayasan Donggala Heritage, Zulkifky Pagessa menjadi salah satu alasan untuk dilakukan revitalisasi san pekestarian benda-benda peninggalan bernilai sejarah kota Donggala. Sebab secara realitas menjadi obyek kajian atau penelitian danvkunjubfan wisatabyang terbuka.

Penulis : JAMRIN AB

 

loading...