Balitbangda Programkan Riset tentang Warisan Kota Tua Donggala

Redaksi
Salah satu bangunan bergaya arsitektur kolonial di Donggala yang sudah roboh saat gempa bumi 28 Deptember 2018 lalu. ( Foto : JAMRIN AB)
A-AA+A++

Donggala, Posrakyat.com – Program menuju revitalisasi warisan sejarah dan budaya kota tua Donggala dalam bentuk arsitektur kini mulai mendapat respon positif dari Pemerintah Daerah Donggala. Yaitu adanya program riset atau penelitian dari berbagai aspek terhadap bangunan tua yang memiliki potensi cagar budaya di kawasan kota tua Donggala. Penelitian tersebut diprogram Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Donggala.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Balitbangda Donggala, Ahmad Dahlan, belum lama ini yang menurutnya pihak pemerintah daerah sangat serius ingin menjadikan kawasan kota tua sebagai potensi pengembagan pariwisata. “Sesuai tahapan sebelum penentuan dan penetapan suatu bangunan untuk cagar budaya, tentu diawali dengan suatu riset atau penelitian. Untuk itu kami mengawali dengan suatu penelitian yang selanjutnya menjadi acuan untuk tahap berikutnya,” jelas Ahmad Dahlan.

Bangunan-bangunan bernilai sejarah yang akan diriset untuk  menghasilkan dokumen rancangan revitalisasi antara lain gedung PN. Budi Bhakti, Toko Teng Hien, Souraja berarsitektur khas Kaili, kantor PPKD (Pusat Koperasi Kopera Daerah) bersama gudang kopra silenderis dan rumah dinas eks KPM Belanda.

Pada saat gempa bumi dan tsunami di antara lima bangunan itu yang paling mengalami kerusakan berat ada dua bangunan sehingga memerlukan penanganan khusus. Yaitu gedung PN. Budhi Bhakti yang merupakan bangunan berlantai dua tapi telah rubuh dan rusak parah. Demikian halnya gudang PKKD yang jumlahnya tiga unit bentuk gelombang atau silenderis, lokasinya tergerus dihantam tsunami.

Dengan hasil riset itulah yang menjadi dasar untuk dilakukan revitalisasi bangunan, karena akan dibuatkan gambar rekonstruksi bangunans sesuai aslinya. Begitu pula soal estimasi penganggaran revitalisasi akan tertuang dalam dokumen yang melibatkan beberapa tim ahli arsitektur berwawasan kultur.

Penulis : JAMRIN AB