Dia meminta kepada pelaksana pekejaan itu agar betul betul bekerja tidak hanya mengharap untung semata dengan mengorbankan kualitas bangunan itu sendiri. Menurutnya, saluran yang retak dan patah itu harus diganti yang baru karena kalau tidak akan mempengaruhi umur saluran tersebut.
Dilansir dari Rotari.id, salah seorang warga Simon di Desa Maranata menyayangkan proyek dengan anggaran milyaran rupiah ini terkesan dikerjakan secara serampangan.
“Coba komiu lihat yang di muka rumahku ini le, rata rata U-ditch yang dipasang itu retak bahkan ada yang patah. Padahal sudah kita ingatkan tapi malah dijawab ndak apa apa,” bebernya.
Simon meminta pihak terkait benar-benar melakukan pengawasan agar pekerjaan tersebut bisa dikerjakan sesuai dengan spesifikasi dan RAB yang ada, jangan dibangun asal jadi saja sehingga tidak lama sudah hancur kembali.
Baca Juga: Diduga Pengurangan Volume Saluran, PPK Bungkam
“Kami yang nantinya akan menggunakan irigasi ini, jadi tolonglah dikerja dengan baik. Bapak bapak kan digaji untuk kerja proyek,selesai proyek tidak disini lagi. Jadi kalau asal asalan di kerja kami juga yang akan susah nantinya jika irigasi ini rusak,” pintanya.
Sementara itu saat dikonfirmasi wartawan perihal adanya U- Ditch yang retak dan patah di gunakan di proyek tersebut, Hadi selaku Kepala Humas PT. PP Persero Tbk via WhatsApp terkesan menyepelekan konfirmasi media ini dengan dalih sibuk.
“Maaf mas, saya banyak urusan mas,’’ kata Kepala Humas PT PP, Hadi, Kamis 10 Agustus 2023.***
(ZF)






