Rehabilitasi Irigasi Gumbasa Disoal, Diduga Saluran U – Ditch Tak Sesuai Spek, Humas PT PP Bilang Begini

Redaksi
Rehabilitasi jaringan irigasi Gumbasa yang dikerjakan PT PP Persero Tbk. FOTO: ZF/Posrakyatcom
A-AA+A++

PosRakyat – Sejumlah pihak mulai menyoroti kualitas mutu proyek rehabilitasi jaringan irigasi Gumbasa yang diduga dikerjakan asal – asalan, Sabtu 12 Agustus 2023.

Berdasarkan pantauan PosRakyat.com di lapangan belum lama ini, rehabilitasi jaringan irigasi Gumbasa yang melekat di Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu itu terus digenjot pembangunannya dengan harapan dapat rampung sesuai waktu yang telah ditentukan.

Baca Juga: PT Akas Disebut Gunakan Material Tak Berizin untuk Proyek Jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Tolitoli

Baca Juga: Kualitas Buruk Proyek Rekonstruksi Jalan Lingkar Dalam Kota Palu dan Ruas Jalan Trans Sulawesi 

Namun, pembanguanan saluran itu tampak di beberapa titik sudah mengalami retak pada dinding saluran u-ditch precast yang baru saja di pasang oleh kontraktor pelaksana. Selain itu, dugaan 6 perusahaan subkon juga kabarnya belum dibayarkan.

Diketahui, rehabilitasi konstruksi Gumbasa paket lll sepanjang 8,3 kilometer itu dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Pembangunan Perumahan (PP) Tbk yang dibiayai dari Asian Development Bank (ADB) dengan anggaran senilai Rp 256 miliar.

Berdasarkan informasi, poyek tahun jamak atau multiyeart contract (MYC) dengan estimasi pekerjaan berakhir pada tahun 2023 ini diperkirakan progresnya baru mencapai 60-an persen.

Baca Juga: Pembangunan Saluran di Jalan Soekarno Hatta Palu Diduga Bermasalah, PPK Satker PJN Wilayah III Sulteng Terkesan Tutup Mata

Baca Juga: Timbunan Urpil Bercampur Akar Kayu, PT AKAS dan BPJN Sulteng Acuh

Menanggapi hal tersebut, salah seorang pemerhati konstruksi di kota Palu, Dadang kepada media ini mengaku sangat menyayangkan terkait kualitas mutu saluran u-ditch precast tersebut.

“Saluran itu kabarnya mutu beton K-225 ya? Sehingga kalau sampai ada retakan atau patah pada saluran u ditch precast itu, maka patut diduga saluran tersebut tidak sesuai spek. Silahkan di cek,” terangnya.

Dia meminta kepada pelaksana pekejaan itu agar betul betul bekerja tidak hanya mengharap untung semata dengan mengorbankan kualitas bangunan itu sendiri. Menurutnya, saluran yang retak dan patah itu harus diganti yang baru karena kalau tidak akan mempengaruhi umur saluran tersebut.

Dilansir dari Rotari.id, salah seorang warga Simon di Desa Maranata menyayangkan proyek dengan anggaran milyaran rupiah ini terkesan dikerjakan secara serampangan.

“Coba komiu lihat yang di muka rumahku ini le, rata rata U-ditch yang dipasang itu retak bahkan ada yang patah. Padahal sudah kita ingatkan tapi malah dijawab ndak apa apa,” bebernya.

Simon meminta pihak terkait benar-benar melakukan pengawasan agar pekerjaan tersebut bisa dikerjakan sesuai dengan spesifikasi dan RAB yang ada, jangan dibangun asal jadi saja sehingga tidak lama sudah hancur kembali.

Baca Juga: Saluran Drainase Dikerja Asal – Asalan, Satker PJN Wilayah III Sulteng Bungkam, Begini Kata GS PT Bumi Karsa

Baca Juga: Diduga Pengurangan Volume Saluran, PPK Bungkam

“Kami yang nantinya akan menggunakan irigasi ini, jadi tolonglah dikerja dengan baik. Bapak bapak kan digaji untuk kerja proyek,selesai proyek tidak disini lagi. Jadi kalau asal asalan di kerja kami juga yang akan susah nantinya jika irigasi ini rusak,” pintanya.

Sementara itu saat dikonfirmasi wartawan perihal adanya U- Ditch yang retak dan patah di gunakan di proyek tersebut, Hadi selaku Kepala Humas PT. PP Persero Tbk via WhatsApp terkesan menyepelekan konfirmasi media ini dengan dalih sibuk.

“Maaf mas, saya banyak urusan mas,’’ kata Kepala Humas PT PP, Hadi, Kamis 10 Agustus 2023.***

(ZF)