Konstruksi rancang bangun pelabuhan Tanasa ini rigit (kaku), itu menurut A Muslim Fattah. Anggota Komisi III DPRD Sulbar itu merupakan insinyur tekhnik konstruksi.
“Ini bangunan betonnya didesain secara rigit, buka fleksibel, jika goyang bisa bahaya. Jadi, bila ada yang rusak maka bisa dibongkar dan diperbaiki bagian yang rusak itu saja, tidak menyeluruh,” tutur Muslim.
Kepala UPP Belang-belang, Kristina Anthon menjelaskan, pihaknya juga tidak mempersoalkan usulan penghentian sementara pelabuham Tanasa.
Pengoperasian pelabuhan ini sudah sudah dihentikan sementara berdasarkan rekomendasi Komisi III DPRD Sulbar, sesaat setelah RDP antara Komisi III DPRD Sulbar, pihak UPP Belang-belang dan Dinas Perhubungan Sulbar bulan lalu.
Arham Bustaman






