Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik Densus 88 Antiteror terhadap para teroris yang ditangkap, lanjut Dedi, Bulan Ramadhan dinilai sebagai momentum bagi mereka berjihad.”Bahwa kelompok ini masih eksis dan bisa melakukan serangan terhadap kegiatan-kegiatan masyarakat yang menjadi konsentrasi mereka juga,” lanjut dia.
“Bulan puasa ini merupakan suatu momentum bagi mereka untuk melakukan jihadnya, melakukan amaliahnya. Pas kebetulan di bulan puasa ini ada momentum besar yaitu momentum nasional, 22 Mei akan diumumkan secara nasional hasil penghitungan suara baik pemilihan presiden,” ungkap Dedi.
(Source: detik.com)






