Siapa Eman yang Disebut Pintu Masuk Ungkap Pelaku PETI Sungai Tabong? LBH Progresif Minta Ini ke Polisi  

oleh -
oleh
Sebelum dilakukan penertiban oleh kepolisian tampak aktifitas alat berat di lokasi PETI di Sungai Tabong, Kabupaten Buol. Foto: Istimewa

Pasca penertiban PETI di Sungai Tabong itu, salah seorang eks penambang memberikan informasi kepada wartawan di Palu bahwa semua alat berat yang masuk dan beroperasi di PETI Sungai Tabong dikoordinir oleh orang yang bernama Eman.

Eks penambang itu mengatakan, Herman alias Eman lah yang berperan penting atas masuk nya alat – alat berat ke wilayah Sungai Tabong untuk melakukan penambangan yang akhirnya merusak kawasan hutan lindung di Wilayah Buol dan Tolitoli itu.
Namun, walau namanya santer disebut – sebut terlibat dan memiliki peran penting atas pertambangan ilegal di Sungai Tabong, tapi polisi sepertinya masih enggan melakukan pemeriksaan terhadap Eman.

Eks penambang yang meminta namanya tidak ditulis itu, secara terang – terangan menyebutkan bahwa Eman lah tempat para cukong itu menyetor uang masuknya alat berat ke PETI Sungai Tabong.

Satu unit alat berat setorannya sebesar Rp50 Juta dan diberikan kepada Eman. Begitu juga dengan setoran talang di lokasi PETI Sungai Tabong juga diberikan kepada Eman dengan nilai Rp12.500.000 per talang.

Bahkan aliran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang digunakan di PETI Sungai Tabong, juga dikendalikan oleh Eman. Setiap hari, tidak kurang dari 170 galon masuk melalui aliran sungai Desa Janja.

“Itu rutin tiap hari, karena pemakaian lima puluh galon itu tidak sampai 2 hari. Itu semua eman yang urus,” tutur eks penambang itu.

Menurutnya, PETI di Sungai Tabong sudah beroperasi sejak dua tahun yang lalu. Saat itu, awalnya baru lima unit alat berat beraktifitas. Seiring berjalanya waktu, tepatnya Oktober 2021 aktifitas PETI kembali marak, tidak tanggung-tanggung alat yang beroperasi sudah 32 unit, sehingga kerusakan hutan tak terhindarkan.

“Pertama alat saya kenal itu, baru lima. Setelah itu, banyak lagi penambang masuk sampai 32 alat. Posisi di bulan 10 pas waktu mendekati penertiban kedua, tinggal posisi 28 alat, berkurang lagi 22 alat hingga pas penertiban,” jelasnya.

Dia menyampaikan, para cukong yang bermain di Sungai Tabong itu ada yang berasal dari Kota Palu, Makasar, Jawa Tengah, Sulawesi Barat dan Tolitoli.

Bahkan eks penambang itu juga menyampaikan bahwa para cukong yang bermain di PETI Sungai Tabong yakni inisial DN memiliki satu unit alat berat, KD memiliki dua unit alat berat, BTR memiliki tiga unit alat berat, SC memiliki empat unit alat berat, SBL memiliki tujuh unit alat berat, MN empat unit, LMBG empat unit alat berat dan AMB dua unit.

Meski pun demikian nama Eman santer disebutkan, namun hingga berita ini dinaikkan, pihak Polda melalui Kompol Sugeng Lestari enggan menjawab pertanyaan wartawan terkait apakah akan memeriksa Eman.***

Penulis: ZF