Tak Main-Main, Rusia Akan Luncurkan Rudal Nuklir Antarbenua

oleh -
oleh
Ilustrasi

Menurut beberapa ahli, Jangkauan Sarmat bisa mencapai 35.000 kilometer. Kekuatan itu memungkinkannya untuk terbang jauh ke target yang diinginkan.

Bahkan melewati kemungkinan sistem pertahanan radar dan rudal dari pihak target, sehingga memudahkan Rusia untuk menyerang dari arah yang tidak terduga.

Satu buah rudal Sarmat dilaporkan dapat membawa hingga 15 hulu ledak nuklir.

Selain Sarmat, Rusia telah mengembangkan rudal hipersonik seperti Kinzhal (Belati). Rusia adalah negara pertama yang menggunakannya dalam pertempuran berkelanjutan.

Setelah peluncuran uji hari Rabu, Putin mengatakan Sarmat dapat mengatasi sistem pertahanan rudal apa pun dan akan membuat mereka yang mengancam Rusia “berpikir dua kali” untuk melakukannya.

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev sempat mengancam pengerahan senjata nuklir dan rudal hipersonik di eksklave Kaliningrad, yang terjepit di antara Polandia dan Lithuania.

Ancaman itu dipantik oleh rencana negara pecahan Uni Soviet, Swedia dan Finlandia untuk bergabung dengan NATO.

Namun Pentagon mengaku santai. Pihaknya menggambarkan tes Sarmat sebagai rutinitas Rusia yang tidak perlu dianggap sebagai ancaman bagi keamanan AS.***