Terintegrasi Beroperasi 2020, China/Jepang Bangun Pabrik Bahan Baku Baterai di Morowali

oleh -
oleh
Foto Islustrasi pabrik baterai

“Berdasarkan peta jalan pengembangan industri otomotif nasional, pada tahun 2025, target kita 20 persen dari total produksi kendaraan di Indonesia adalah yang berbasis elektrik. Artinya, ketika produksi kita mencapai 2 juta unit per tahun, sebanyak 400 ribu itu kendaraan listrik,” ucap Airlangga.

Tidak hanya untuk kebutuhan domestik saja, nantinya produksi yang dilakukan oleh PT QMB New Energy Materials juga akan menyasar untuk pasar ekspor. Kondisi tersebut diklaim Airlangga sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggenjot eskpor yang memerlukan peningkatan investasi.

Pabrik baterai tersebut akan dikembangkan dengan lahan seluas 120 hektare. PT. QMB New Energy Materials memiliki kapasitas konstruksi nikel sebesar 50.000 ton dan kobalt 4000 ton, yang akan memproduksi di antaranya 50.000 ton produk intermedit nikel hidroksida, 150.000 ton baterai kristal nikel sulfat, 20.000 ton baterai kristal sulfat kobalt, dan 30.000 ton baterai kristal sulfat mangan.

Empat prinsipal Jepang bersatu mendopang infrastruktur mobil listrik.(Carscoop) Dalam kesempatan yang sama, Luhut menyampaikan, proyek pembangunan pabrik nikel literit di Morowali ini merupakan industri pertama di Indonesia, bahkan akan menjadi salah satu produsen yang terbesar di dunia.

“Jadi, kita tidak mau lagi ekspor raw material, sehingga ada peningkatan nilai tambah. Ini menjadi suatu kemajuan yang luar biasa. Apalagi pabrik ini menggunakan teknologi canggih,” ucap Luhut.

Sumber: Kompas.com