Terlibat Kasus Penipuan Investasi Trading Binary Option, Doni Salmanan Resmi Ditahan Mabes Polri

Redaksi
Doni Salmanan tiba di Mabes Polri jalani pemeriksaan. Foto:Ist
A-AA+A++

PosRakyat – Mabes Polri meningkatkan status Doni Salmanan dari saksi menjadi tersangka atas kasus penipuan investasi trading binary option melalui aplikasi Quotex.

Penetapan tersangka tersebut setelah Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan selama kurang lebih 13 jam, dan gelar perkara.

“Dilakukan gelar perkara, kemudian menetapkan atau meningkatkan status yang bersangkutan (Doni Salmanan) dari saksi menjadi tersangka,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Rabu 9 Maret 2022.

Ahmad Ramadhan mengungkapkan bahwa kasus penipuan investasi melalui aplikasi Quotex, crazy rich asal Bandung tersebut dijerat dengan pasal berlapis diantaranya Undang-Undang ITE, UU KUHP, hingga Undang-Undang tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dengan ancaman 20 tahun penjara.

Diketahui, kasus tersebut bermula dari laporan RA yang melaporkan Doni Salmanan atas dugaan tindak pidana penipuan investasi melalui aplikasi Quotex dengan nomor laporan B/0059/II/2022/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 3 Februari 2022.

Doni Salmanan mendatangi Gedung Bareskrim Polri pada pukul 10.28 WIB dengan didampingi kuasa hukumnya.
Lanjut dia, pihaknya mempercayakan seluruh proses hukum kepada pihak berwajib agar kasus ini dapat segera selesai dengan adil.

“Bismillah. Saat ini kasus saya sudah diproses pihak kepolisian. Saya percayakan kepada pihak kepolisian. Semuanya sudah diproses seadil-adilnya,” kata Doni kepada wartawan di Bareskrim Polri, Selasa 8 Maret 2022.

Sementara, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, Doni Salmanan resmi ditahan dengan beberapa alasan, mulai dari alasan subjektif dikawatirkan melarikan diri, mengulangi perbuatan hingga menghilangkan barang bukti.

Serta alasan objektif, lantaran ancaman hukuman yang menjerat Doni Salman atas perkara ini di atas lima tahun penjara, termasuk dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman penjara 20 tahun.

Ramadhan melanjutkan, Doni Salman dijerat dengan pasal berlapis terkait kasus ini. Mulai dari Pasal 45 ayat 1 juncto Pasal 28 ayat 1 UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara, Pasal 378 KUHP ancaman 4 tahun penjara.

“Kemudian, Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” pungkasnya.***

Penulis: ZF