“Karena yang muncul di layar aplikasi konsumen, harga tiket jadi tidak masuk akal. Kalau maskapai tidak diingatkan untuk menegur mitra mereka, ini akan merugikan reputasi maskapai sendiri, sekaligus membuat calon penumpang menjerit,” ujar Polana seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat, 31 Mei 2019.
Menurut Polana, saat permintaan tiket pesawat mengalami puncak seperti musim liburan dan Lebaran tahun ini, munculnya harga yang tidak masuk akal akan semakin membuat publik kebingungan dan menurunkan kepercayaan terhadap pelayanan dalam industri penerbangan.
Diapun mengungkapkan penyebab utama harga tiket sempat heboh lantaran meroket hingga enam kali lipat beberapa waktu lalu. Dikatakannya, tiket yang dijual di aplikasi bukanlah tiket penerbangan langsung sesuai tujuan melainkan transit di beberapa tempat yang jaraknya cukup jauh.
Reporter : Situr Wijaya
Source : Viva.co.id






