Wow, 6 Negara Ini Gunakan Bahasa Jawa sebagai Bahasa Sehari-hari!

oleh -94 views
Negara Kaledonia Baru. Foto: Google Maps

Posrakyat.com – Ketika kita menyebut bahasa Jawa maka akan langsung terbayang dengan Indonesia. Hal ini dikarenakan bahasa Jawa memang banyak digunakan di Indonesia, khususnya suku Jawa, bahkan di beberapa daerah pengucapan bahasa Jawa pun banyak ragamnya. Misal saja untuk pengucapan kata “makan” saja ada “mangan, madang, dahar.”

Tapi apakah kamu tahu bahwa bahasa Jawa ternyata tidak hanya digunakan di Indonesia?. Ternyata ada beberapa negara di dunia yang menggunakan bahasa ini juga.

Berikut adalah 6 negara yang menggunakan bahasa Jawa sebagai salah satu bahasa kesehariannya:

1 Malaysia

Warga suku Jawa di Malaysia menempati jumlah yang sangat signifikan. Bahkan, di negara bagian Selangor dan Johor, warga suku Jawa berjumlah hampir 20% dari total populasi. Masyarakat Jawa di Malaysia saat ini merupakan generasi ke empat atau lebih. Beberapa wilayah di Johor bahkan bernama Parit Jawa, di mana suasana bahasa Jawa di sana sangat kental. Beberapa warga Melayu etnis Jawa juga menduduki posisi strategis di negeri kerajaan ini, mulai dari birokrat hingga para menteri.

Ikon negara Malaysia menara kembar Petronas atau Twin Tower. Foto: Istimewa

2 Singapura

Negara ini dulunya merupakan salah satu bagian Malaysia, yang kemudian memisahkan diri pada tahun 1963. Sejumlah orang Jawa didatangkan ke Singapura sejak 1825. Seperti halnya di Malaysia, kedatangan orang jawa ke Singapora diperkirakan bersamaan dengan kedatangan mereka ke Malaysia. Kampong Jawa, di tepi sungai Rochor, adalah tempat pemukiman pertama orang Jawa di Singapura. Selain Kampong Jawa, Kallang Airport Estate dikenal sebagai tempat pemukiman orang Jawa juga. Di Kallang, mereka hidup berdampingan dengan orang Melayu dan Cina.

Ikon negara Singapura, patung Mirlion atau patung Singa. Foto: Istimewa

3 Suriname

Suriname merupakan sebuah Negara Republik yang terletak di Benua Amerika, lebih tepatnya di bagian Timur Laut Amerika Selatan. Pada mulanya, Suriname memiliki nama Guyana Belanda karena merupakan negara bekas jajahan Belanda. Namun pada 25 November 1975, negara ini memproklamasikan kemerdekaannya dari Belanda berganti nama menjadi Suriname. Banyaknya orang Indonesia, terutama orang Jawa menjadikan mayoritas warga di Suriname adalah orang Jawa. Hingga saat ini bahasa Jawa masih dipergunakan, Namun yang menjadi bahasa nasional di Suriname bukanlah bahasa Jawa, melainkan bahasa Belanda.

Kehidupan warga Surename dengan mayoritas penduduk dan bahasa nasionalnya Jawa. Foto: Istimewa

4 Belanda

Belanda menjadi gudang dari orang atau pakar yang punya minat khusus terhadap keberadaan bahasa Jawa. Universiteit Leiden, universitas tertua di Belanda yang didirikan 1575 merupakan salah satu gudangnya. Di universitas yang didirikan Pangeran Willem van Oranje, tempat dari sekitar 17 ribu mahasiswa menimba ilmu, kita bisa melihat naskah-naskah kuno berhuruf Jawa atau sastra Jawa kontemporer yang masih terawat.

Objek wisata di Amsterdam, Belanda. Foto: Istimewa

5 Kaledonia Baru

Kaledonia Baru adalah sebuah negeri seberang laut milik persemakmuran Perancis yang terletak di Samudra Pasifik bagian selatan dengan ibu kotanya yang bernama Noumea. Penduduk asli pulau ini adalah suku Kanak dari ras Melanesia. Migrasi orang jawa ke Kaledonia juga sama dengan kepindahan orang jawa ke Suriname. Migrasi pertama orang Jawa ke Kaledonia Baru terjadi pada tahun 1896, yaitu ketika 170 keluarga Jawa yang diperkerjakan dan mendarat di pelabuhan kota Noumea. Diperkirakan, saat ini sekitar 7000 hingga 11.000 orang keturunan berbagai etnis Indonesia tinggal di Kaledonia baru. Walhasil, orang Jawa di Kaledonia tetap menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari hingga sekarang.

Nouméa merupakan ibukota Kaledonia. Foto: Istimewa

6 Kepulauan Cocos

Kepulauan Cocos (Keling) adalah kepulauan yang terdiri dari dataran rendah berkarang koral. Kepulauan ini sekarang merupakan wilayah teritorial Australia. Mayoritas penduduk pulau ini adalah orang Melayu, yang mana mereka sehari-hari berbicara dalam bahasa Melayu. Di dalam logo kepulauan tersebut terdapat tulisan berbahasa Melayu: “Maju Pulau Kita”. Dari keseluruhan orang melayu ini, tak sedikit dari mereka yang berasal dari etnis Jawa. Konon para keturunan dari Jawa ini masih memegang budaya Jawa, bahkan pada golongan tuanya masih banyak yang menggunakan bahasa jawa pada kehidupan sehari-hari. Karena itu, tidak heran Australia pernah menjadikan gambar wayang kulit sebagai gambar di perangko nasional Australia. Banyak juga wayang-wayang di Pulau Cocos ini dibuat dengan menggunakan bahan kulit ikan hiu yang sudah di keringkan. Saat ini kepulauan Cocos menjadi destinasi wisata yang diminati di Australia den gan khas suasana islami yang amat kental.

Memang agak sedikit terkejut dan tentu saja kagum bahwa bahasa Jawa dipakai di negara lain selain di Indonesia. Dan tugas kita lah melestarikannya, termasuk beragam bahasa daerah lainnya.

Wilayah Kepulauan Cocos (Keeling) Territory of the Cocos (Keeling) Islands (Inggris) Wilayah Kepulauan Cocos (Keeling) (Melayu). Foto: Istimewa

Reporter: Situr Wijaya

Source    :  Anehdidunia.com 

loading...