Begitu juga di desa Geresa kecamatan Bungku Timur dimana ruas jalan Trans Nasional yang melintas di desa tersebut tampak badan jalannya juga berlubang-lubang.
Salah seorang tokoh masyarakat desa Geresa H Lutfia menuturkan, bahwa kondisi jalan Trans Nasional yang ada di desanya juga mengalami kerusakan yang cukup parah.
“Jalan di tanjakan ini hanya ditambal sulam namun tidak bertahan lama, makanya lubang yang berada disini jalan tanjakan desa Geresa semakin melebar tidak pernah ditimbun atau diperbaiki lagi,” tuturnya.
Ia mengakui, memang ada perbaikan tambal sulam yang dilakukan instansi terkait namun tidak sampai satu tahun rusak lagi.
“Kalau lubang itu terus dibiarkan dipastikan akan ada yang menjadi korban,” ucapnya.
Sementara, untuk kondisi badan jalan trans nasional di wilayah kecamatan Bahodopi sendiri pengendara diperhadapkan dengan lubang yang digenangi air menyerupai kolam ikan, bahkan di sebut oleh masyarakat bisa menjadi kubangan kerbau.
“Bahkan warga telah memberi istilah jalan Bahodopi seperti kolam ikan dan kubangan kerbau,” terang Warni warga Bahodopi yang kebetulan rumah makannya tepat berada didepan jalan yang berlubang-lubang itu.
Hal ini kemudian dibenarkan Kepala Desa Bahodopi, Bakri S.Sos yang akrab disapa bung Ucok mengatakan, bahwa jalan berlubang seperti kolam ikan yang disampaikan warga itu memang benar. Bisa dilihat langsung di desa Bahodopi, namun saat ini Alhamdulillah pemerintah provinsi dan kabupaten telah mengarahkan tim teknisnya mengerjakan perbaikan sekaligus pembuatan drainase saluran air di bahu jalan guna mengantisipasi agar air tidak meluap hingga merembet ke badan jalan.
“Saat ini jalan yang rusak itu sementara dalam pengerjaan pemerintah provinsi bekerja sama dengan pemerintah kabupaten,” katanya.
Lanjut Ucok, kesyukuran kami sebagai pemerintah desa yang mewakili warga Bahodopi merasa bangga terhadap pemerintah kabupaten yang saat ini sedang dipimpin PJ Bupati Morowali Rachmansyah Ismail, cekatan tanggap dan responsif melihat apa yang mestinya akan dibenahi dan dilakukan untuk kebutuhan sarana dan prasarana jalan sebagai akses cepat menuju tujuan.
Jalan yang berada di Bahodopi saat ini selain dibuatkan drainase, jembatan/plat duiker serta perbaikan lainya merupakan wujud keseriusan pj bupati dalam menggenjot wilayah kabupaten Morowali menuju wilayah yang lebih maju dan berkembang.
Ucok berkata, selaku pemerintah desa dirinya sangat mensuport reaksi cepat dari Pemkab Morowali,
yang telah berupaya semaksimal perbaikan jalan di Bahodopi.
“Jujur saja selama 5 tahun berjalan, baru kali ini jalan trans terpantau dan langsung diperbaiki, sudah barang tentu yang terlaksana wujud bergerak cepat bekerja ikhlas,” katanya.
“Terlihat perbaikan itu oleh pemerintah kabupaten Morowali berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan BPJN Sulteng,” tutupnya.***
TIM






