Namu hingga kini, hasil dari penjualan mesin tersebut belum juga diterima. Padahal uangnya akan digunakan untuk kepentingan pembangunan masjid.
Pada Jumat lalu, Haris yang sempat ditemui, juga mengaku hanya disuruh Burhan menyampaikan kepada penjabat kades Pangiang Samsir dan sudah mendapat persetujuan.
Beda halnya dengan Pjs kades Pangiang, Samsir yang dihubungi lewat telpon mengatakan, dirinya sama sekali tidak mengetahui jika mesin tersebut hilang.
Pasalnya, ia hanya menerima penyampian dari mantan kades Pangiang Haris jika mesin itu akan dipinjam oleh seorang warga, namun ia tidak mengiyakan.
“Saya sama sekali tidak tahu. Karena Haris yang datang waktu itu, menyampaikan jika mesin di dusun Boya akan dipinjamkan ke Burhan. Tapi saya menolak,” kata Samsir pada hari Jumat (21/6), pekan lalu.
Penulis : AB






