Yudha Wiratama anak Wartawan Lolos Bintara Polisi, Siap Jadi Bhayangkara Sejati

Redaksi
Calon Anggota Polri, Yudha Wiratama (19). Foto: Ist
A-AA+A++

PosRakyat – Salah satu Calon Anggota Polri, Yudha Wiratama (19), yang dinyatakan lulus terpilih pada penerimaan Calon Bintara Polri (CABA-Polri ) angkatan 54 tahun 2025. Calon Bintara Polri asal Polres Tolitoli ini punya alasan unik mengapa dirinya terobsesi menjadi seorang Polisi.

Yudha Wiratama adalah anak pertama bernama Syahrul, Wartawan di Sulteng dengan ibu bernama Nuraini, seorang Guru sekolah dasar di kabupaten Tolitoli. Yudha, panggilan akrab lelaki kelahiran Desa Dungingis 24 Februari 2006 ini sebelumnya telah mempersiapkan diri menjadi abdi negara sejak duduk dibangku sekolah menengah pertama.

“Sejak SMP, ayah saya terus motivasi saya untuk melatih diri, baik dari segi latihan fisik hingga belajar pengetahuan umum,” tutur Yudha kepada sejumlah wartawan, Jumat ( 03/07/2025).

Yudha Wiratama bersama rekannya saat berlatih fisik. Foto: Ist

Baca Juga: Semarak Bhayangkara: Ribuan Peserta Ramaikan Turnamen Domino Kapolda Cup di Palu

Baca Juga: 115 Peserta dinyatakan Lulus Terpilih Calon Anggota Polri di Sulteng

Uniknya, keinginan Yudha Wiratama menjadi Abdi Negara merupakan sebuah pembuktian kepada ayahnya yang kerap mengkritisi kinerja pemerintah khususnya TNI-Polri. Yudha mengakui bahwa ayahnya selalu wartawan yang dikenal dengan tulisan kritisnya terkait kinerja pemerintahan baik pemerintahan sipil ataupun TNI-Polri.

“Ayah saya akrab dipanggil Heru, kerap menulis hal yang mengkritisi kinerja Pemerintah, apalagi masalah hukum dan kriminal, saya faham profesi ayahku yang kritis untuk sebuah kebenaran, dan itu adalah sebuah kebanggaan bagi saya,” ucap Yudha.

Yudha mempersiapkan dirinya menjadi abdi negara khususnya menjadi Anggota Polri agar bisa membuktikan diri bahwa kelak menjadi Bhayangkara sejati yang bisa jadi panutan.

“Saya sampaikan sama ayah saya, bahwa saya mendaftar Polisi untuk buktikan kepada masyarakat khususnya ayah saya bahwa masih banyak abdi negara yang baik dan bisa jadi panutan, saya terinspirasi dengan jalan hidup jenderal Hoegeng,” ujarnya.

Dalam menjalani proses seleksi, Yudha Wiratama mempersiapkan diri secara mandiri. Dukungan kedua orang tuanya, keluarga besarnya serta keinginan almarhum kakek neneknya yang menitipkan amanah menjadi Abdi Negara menjadi semangat yang harus dia wujudkan.

“Latihan, berdoa, belajar dan berusaha adalah kunci utama, saya pernah mendaftar casis TNI, dua kali gagal ditahap akhir, saya ndak putus asa walaupun sempat kecil hati karena merasa tidak dibantu ayahku,” kenangnya.

Yudha Wiratama saat ini bersiap menjemput mimpinya menjadi Bhayangkara sejati masuk Sekolah Polisi Negara, dirinya berharap bisa menyelesaikan pendidikan tanpa kendala apapun.

“Jika kelak pendidikan angkatanku berakhir pada tanggal 24 Februari tahun 2026, maka itu kado terindah buat saya, karena itu tepat usiaku ke 20 tahun,” tutupnya.

Sementara selaku orang tua, Syahrul mengucapkan terima kasih atas segala tahapan proses yang dilaksanakan dimana menghantarkan putra putri terbaik calon anggota Polri untuk mengikuti pendidikan.