PosRakyat – Bendung Salugan di Kabupaten Tolitoli dibanguan tahun 2017 dengan anggaran ratusan miliar hingga kini belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat petani. Hal ini membuat sejumlah pihak kecewa dan marah.
Diantara yang merasakan kekecewaan itu datang dari gedung wakil rakyat Kabupaten Tolitoli, Fraksi Golkar, Jemi Yusuf, dimana menurutnya ada ribuan petani di kecamatan Lampasio yang mestinya sudah menikmati manfaat bendungan berkapasitas pengairan 3.286 hektare tersebut.
“Ini bukan sekadar tumpukan beton mati! Ini proyek strategis nasional yang seharusnya menyelamatkan perut rakyat. Tapi kenyataannya, justru jadi simbol kegagalan!” tegas Jemi, belum lama ini.
Jemi menjelaskan, jika bendungan ini selesai dan difungsikan dengan optimal, maka dapat dipastikan Kabupaten Tolitoli bisa menjadi kekuatan pangan baru di Sulawesi Tengah.
Menurutnya, hanya dari satu musim tanam April–September 2025, produksi beras bisa melonjak hingga 7.000 ton, dengan rata-rata 2,1 ton per hektare.

Baca Juga: 70 Ribu Mangrove Ditanam di Teluk Palu: Pemuda Sulteng Bangkit Menjaga Alam
Baca Juga: Dapat Tugas Baru di Pusat, Dadi Muradi Pamitan ke Gubernur Sulteng
Namun sayangnya lanjut dia, semua itu hanya mimpi akibat proyek yang sepertinya dibiarkan membusuk.
“Ribuan petani menanti air, bukan janji basi! Proyek ini sudah tujuh tahun jalan di tempat. Jika ini bukan kelalaian, maka ini jelas pengabaian yang disengaja!” tegas Jemi.







