PosRakyat.com – Hampir sebulan setelah ditemukan meninggal dunia, misteri kematian Afif Siraja (53) masih menjadi sorotan publik. Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu diduga meninggal secara tidak wajar setelah ditemukan dengan luka lebam di wajahnya di rumah pribadinya, Minggu malam, 19 Oktober 2025.
Kuasa hukum keluarga korban, Natsir Said, SH, MH, meminta penyidik gabungan Polda Sulawesi Tengah dan Polresta Palu untuk terus mengintensifkan penyelidikan kasus tersebut.
“Kami meminta penyidik gabungan Polda dan Polresta tetap mengintensifkan upaya penyelidikan atas kematian tidak wajar almarhum Afif Siraja,” ujar Natsir, Selasa (11/11/2025).
Baca Juga: Distribusi Solar Subsidi di Tolitoli Diduga Disalahgunakan, Polisi Diminta Turun Tangan
Baca Juga: DEMA FTIK UIN Datokarama Palu Gelar Seminar Kebangsaan dan Bedah Buku Soeharto, Hadirkan Aktivis 98
Ia menegaskan, keluarga korban siap memberikan dukungan penuh kepada aparat kepolisian dan akan selalu kooperatif dalam proses hukum.
“Pihak keluarga siap kapan pun dihubungi untuk membantu penyidik,” tambahnya.
Natsir juga mengimbau seluruh pihak agar menahan diri dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian.
“Kami berharap semua pihak memberikan kepercayaan penuh kepada Polda Sulteng dalam mengungkap kasus ini,” ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sulteng, Kombes Pol Djoko Tjhjono, menegaskan bahwa penyelidikan kasus tersebut dilakukan secara transparan. Ia menyebut pihaknya telah menyerahkan Surat Perintah Penyidikan (SP2D) kepada keluarga korban sebagai bentuk keterbukaan.
Dalam perkembangan terbaru, penyidik telah memeriksa tiga unit telepon genggam milik korban—dua di antaranya berhasil dibuka, sementara satu iPhone masih terkunci.
“Dua HP merek Samsung sudah bisa dibuka, tapi iPhone sampai hari ini belum bisa dibuka,” kata Kombes Djoko saat konferensi pers di Palu, Jumat (31/10/2025).
Menurutnya, upaya membuka iPhone tersebut terus dilakukan dengan melibatkan teknisi di Kota Palu, namun belum berhasil tanpa risiko kehilangan data.






