Pasangkayu, Posrakyat.com – Forum Demokrasi Indonesia (Fraksi) Pasangkayu kembali mengadakan diskusi publik yang mengetengahkan tema “Rakyat Memilih? Harapan Dan Hayalan”.
Diskusi ini, merupakan sesi kedua dilakukan guna memberikan ruang dan pendidikan politik kepada warga mendekati pilkada Pasangkayu, Sulawesi Barat yang akan digelar serentak pada 23 September 2020.
Selain itu, sebagai panelis, Fraksi Pasangkayu juga menghadirkan Muhammad Nur Alamsyah. Dia merupakan dosen Ilmu Pemerintahan Fisip Untad Palu, Sulawesi Tengah.
Dua politisi turut andil memeriahkan acara yang digelar, Minggu, 23 Februari 2020, di Cafe Djapos Pasangkayu ini. Di antaranya, Thamrin Endeng dan HM Saal.
Sedangkan tiga bakal calon bupati yang juga diundang khusus sebagai sumber, Lukman Said dan Yaumil Ambo Djiwa serta Abdullah Rasyid tidak hadir dengan alasan tertentu.
Menurut ketua Fraksi Pasangkayu, Burhanuddin, pihaknya sudah melayangkan undangan, namun di saat bersamaan ketigaanya tidak bisa hadir.
Ketidakhadiran Yaumil Ambo Djiwa, menurut Burhanuddin, karena bertepatan dengan jadwal musyawarah daerah (Musda) Golkar. Sedang, Lukman Said, masih ada agenda di Jakarta.
Abdullah Rasyid juga tidak hadir, karena secara bersamaan mendaftarkan diri sebagai calon bupati Pasangkayu 2020 di KPUD Pasangkayu.
Meski demikian, acara ini tetap berlangsung cukup hikmat. Namun sebelumnya, jadwal pelaksanaannya berulang kali tertunda akibat suatu sebab, yang sejatinya dilaksanakan pada 16 Februari 2020.
Mengawali sesi dialog, panelis berharap, bersama para calon bupati, diskusi akan menarik dan dinamis. Iapun mendukung diskusi yang berorientasi pada kemajuan pembangunan.
“Kontekstasi pilkada sebagai adu gagasan, sebab ini menjadi logistik sebagai pendidikan politik dan pendekatan pada masyarakat. Karena, selama ini, kondisi politik daerah cenderung stagnan,” kata panelis itu.






