Anwar Hafid Soroti Lemahnya Penerapan K3 di Proyek BPJN Sulteng: PT Akas Harus Tanggung Jawab!

Redaksi
Anggota Komisi V DPR RI, H. Anwar Hafid. Dan lokasi longsor pada proyek BPJN Sulteng yang di kerjakan PT Akas di desa Enu, kabupaten Donggala. Foto: Ist
A-AA+A++

PosRakyat – Kecelakaan kerja di proyek BPJN Sulteng yang terjadi di desa Enu, kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala beberapa waktu lalu akhirnya mendapat tanggapan tegas dari Anggota Komisi V DPR RI, H. Anwar Hafid, Selasa, 14 Maret 2023.

Anggota dewan asal Sulteng itu menyoroti terkait lemahnya penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada proyek yang dikerjakan oleh PT Akas.

Baca Juga: DPO Yahdi Basma Berhasil Diamankan Tim Tabur Kejagung di Kota Batam

Baca Juga: Puan Maharani Perlu Diberi Kewenangan Lebih

Baca Juga: Komisi VII DPR RI Dorong Pertamina Tingkatkan Teknologi Cegah Kebakaran

Diketahui, akibat kelalaian itu satu orang dari tiga pekerja yang tertimbun longsor pada penanganan lereng tewas ditempat pada Minggu, 5 Maret 2023 lalu.

“Pertama, ini menunjukkan bahwa lemahnya penerapan K3 di kegiatan tersebut,” tegas Anwar Hafid via sambungan telepon aplikasi WhatsApp, Selasa, 14 Maret 2023.

AH kemudian meminta harus tegas dalam pemberlakuan atau penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada kegiatan – kegiatan proyek di lapangan.

“Kegiatan apa pun yang dilakukan. Baik itu kegiatan yang dilakukan pemerintah maupun swasta,” kata politisi partai berlambang Mercy itu.

H. Anwar Hafid alias AH menegaskan, bahwa akibat adanya korban meninggal dunia pada kegiatan itu membuktikan bahwa K3 belum menjadi prioritas pada proyek yang menelan uang negara puluhan miliar

“Itu tidak ada tawar menawar. Kalau saya menyimpulkan ini adalah bukti bahwa keselamatan kerja itu belum menjadi prioritas utama. Ini harus, wajib,” tegas Anwar.

Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng ini berharap agar kontraktor PT Anugerah Karya Agra Sentosa (Akas) bertanggung jawab atas tewasnya Hendra (25 tahun).

Selain itu, AH yang digadang-gadang calon kuat Gubernur Sulteng pada Pilgub mendatang juga berharap agar dua orang yang mengalami luka-luka bernama Taufik (22 tahun) dan Saifudin (29 tahun) mendapat perawatan yang maksimal supaya kembali bekerja seperti semula.

Ia menyampaikan dengan tegas agar pihak BPJN Sulteng melakukan pengawasan utama setiap proyek yang ada di Sulteng.

Diketahui, satu orang pekerja tewas tertimbun longsor dan dua orang lainnya mengalami luka-luka.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng yang tersebar di WhatsApp Group (WAG), korban yang meninggal bernama Hendra (25 tahun). ***