PosRakyat.com – Modus penipuan di era digital semakin canggih dan mudah menyasar masyarakat. Kali ini, penipuan berkedok undian berhadiah kembali mencatut nama Bank Sulteng dan beredar luas melalui media sosial maupun aplikasi perpesanan.
Informasi palsu tersebut menawarkan hadiah fantastis, mulai dari mobil mewah, sepeda motor, rumah gratis, paket wisata luar negeri, paket umroh, hingga uang tunai ratusan juta rupiah.
Salah satu unggahan yang beredar diketahui berasal dari akun Facebook bertajuk “Gebyar Undian Berhadiah Bank Sulteng Diundi 5 Hari Lagi”.
Baca Juga: 16 Kilogram Sabu Berhasil Diamankan Polisi di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu
Baca Juga: PETI di Tolitoli Kian Menjadi-Jadi, Waket I DPRD Risman Murka
Dalam narasi unggahan itu, pelaku menyasar nasabah Bank Sulteng yang telah menggunakan layanan mobile banking. Masyarakat kemudian diarahkan untuk mendaftar melalui tautan tertentu dengan iming-iming hadiah besar.
Untuk meyakinkan calon korban, pelaku juga mencantumkan informasi bahwa proses pendaftaran tidak dipungut biaya alias gratis.
Menanggapi hal tersebut, pihak Bank Sulteng menegaskan bahwa informasi undian berhadiah yang beredar di media sosial tersebut adalah hoaks dan bukan bagian dari program resmi Bank Sulteng.
“Informasi terkait undian berhadiah yang beredar di media sosial tersebut adalah tidak benar dan bukan merupakan program resmi dari Bank Sulteng,” tegas pihak Bank Sulteng dalam klarifikasinya.
Bank Sulteng juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap modus penipuan digital yang kerap dilakukan oknum tidak bertanggung jawab dengan meminta data pribadi, kode OTP, maupun sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi.
Nasabah diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di luar kanal resmi Bank Sulteng dan tidak sembarangan mengklik tautan mencurigakan yang berpotensi membahayakan data pribadi.
“Nasabah diimbau untuk selalu melakukan verifikasi melalui kanal resmi Bank Sulteng dan tidak memberikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak jelas,” lanjutnya.
Masyarakat diharapkan semakin meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi penipuan serupa.
Dengan meningkatnya literasi digital dan kehati-hatian masyarakat, penyebaran hoaks dan aksi penipuan daring diharapkan dapat ditekan sehingga tidak menimbulkan korban baru.









