Babuk Batuan Tembaga di Polsek Lampasio Raib, Kapolres Tolitoli : Iya Saya Ambil

oleh -
Barang bukti (Babuk) batuan tembaga sekira 8 Ton yang diamankan Polsek Lampasio, kabupaten Tolitoli. Foto: Istimewa

PosRakyat – Raibnya Barang bukti (Babuk) berupa batuan tembaga sebanyak kurang lebih 8 Ton terisi dalam kemasan karung yang diamankan Polsek Lampasio pada November 2021 silam, mendapat sorotan tajam dari kalangan LSM dan masyarakat desa Oyom.

Ketua LSM Bumi Bhakti Tolitoli, Ahmad Pombang kepada media ini sabtu 5 februari 2022 lalu mempertanyakan hilangnya babuk batuan tembaga tersebut. Pihaknya mendesak agar aparat kepolisian setempat menjelaskan prihal batuan ilegal itu bisa lenyap dari kantor Polsek Lampasio.

“Kami butuh penjelasan, dikemanakan barang bukti tersebut. Bukannya diproses hukum seperti yang diharapkan, justru malah lenyap dari kantor Polsek,” kata Ahmad Pombang kemarin.

Bahkan kata Ahmad Pombang, material tembaga yang di angkut pada malam hari itu dilakukan oleh warga yang di duga atas perintah Kapolres Tolitoli.

“Mustahil warga berani mengangkut material tembaga kalau tidak ada perintah dari Kapolres,” ujarnya.

Olehnya dengan raibnya babuk tembaga lanjut Ahmad Pombang, masyarakat sudah hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum khususnya Illegal Mining.

“Yang jelas dengan kejadian hilangnya babuk tembaga di Polsek Lampasio, membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap penegakan hukum,” tegasnya.

Kapolsek Lampasio Iptu Haerul. SH saat dimintai keterangan, kepada wartawan menjelaskan, barang bukti tersebut hanya dititip di kantor Polsek Lampasio. Ia mengaku, barang bukti tersebut diangkut dari Polsek entah kemana, dan merupakan perintah Kapolres.

“Atas perintah atasan, coba dikonfirmasi ke Kapolres,” singkat Kapolsek saat memberikan penjelasan kepada wartawan.

Kapolres Tolitoli AKBP Budhi Batara SIK. MH saat dikonfirmasi membenarkan jika pihaknya yang telah mengakut batuan tembaga tersebut dari kantor Polsek. Melalui pesan singkat Kapolres mengatakan, hal itu telah dilaporkan dan tidak lagi ditindak lanjuti proses hukumnya, sehingga memerintahkan ‘barang bukti’ dipindahkan.

“Iya, saya ambil, Sudah kita laporkan, tindakan tidak ditindak lanjuti, termasuk yang di Pantoloan pun, tidak ditindak lanjuti Polda. Selama ini, orang Palu saja yang ambil, sampai ribut kita disini yang dapat fitnah,” jelas Kapolres melalui pesan WhatsApp kepada wartawan.

Informasi yang di himpun media ini, batuan tembaga sekitar kurang lebih 8 Ton tersebut, saat ini ditampung di halaman belakang sebuah Cafe tepatnya di sekitar jalan poros Desa Ginunggung Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli.***

Penulis: RM