Buat Bumil, Jangan Percaya Lagi 8 Mitos Kehamilan Ini

oleh -
oleh
dzfg
Minum air kelapa bikin kulit bayi putih mulus. Foto : Istimewa

Tapi teringat dilarang memijat punggung karena konon katanya dapat menyebabkan wajah bayi belang atau mempengaruhi bentuk wajah bayi. Faktanya, tidak masalah tuh punggung dipijat. Alasannya karena ada air ketuban di dalam rahim yang akan melindungi janin dari benturan atau guncangan.

Sebetulnya, yang tidak boleh adalah memijat perut. Justru jangan percaya kalau perut bumil turun, harus dipijat. Itu malah membahayakan janin, karena berpotensi lepasnya plasenta yang nempel di rahim.

4. Konsumsi Kacang Hijau Bikin Rambut Bayi Lebat

Ketika mengandung, bumil rajin mengonsumsi bubur kacang hijau atau minuman sari kacang hijau. Katanya sih bisa bikin rambut bayi tebal nan lebat.

Memang kacang hijau sangat baik bila dikonsumsi bumil karena mengandung vitamin B, vitamin E dan protein. Nutrisi tersebut memang dapat membantu pertumbuhan bayi. Akan tetapi, rambut bayi lebat atau tidak sebenarnya lebih dipengaruhi genetik orangtua.

5. Minum Air Kelapa Bikin Kulit Bayi Putih Mulus

Mitos yang banyak diyakini bumil lainnya adalah minum air kelapa agar kulit bayi bersih, putih, dan mulus. Air kelapa tidak dapat mengubah warna kulit seseorang, termasuk bayi meski air kelapa mengandung vitamin C yang bisa membuat kulit lebih kenyal.

Soal warna kulit bayi, itu dipengaruhi oleh genetik orangtua. Sedangkan bayi akan bersih kalau terlahir cukup umur, yakni lebih dari 36 minggu karena lemak fernik yang menutupi tubuh janin akan rontok. Minum air kelapa ya moms, supaya terhindar dari infeksi saluran kemih dan mencegah dehidrasi.

6. Bumil Harus Pakai Peniti, Gunting, Bangle Agar Tak Diganggu Makhlus Halus

Wanita yang tengah hamil muda, konon katanya rentan diganggu makhluk halus. Makanya dilarang untuk bepergian atau ke luar rumah di waktu maghrib. Khawatirnya janin dicuri jin atau makhluk astral lainnya.

Orangtua selalu mengingatkan sang anak yang hamil untuk menyematkan peniti, gunting, dan bangle (tanaman obat dengan rasa dan aroma tidak enak) di baju atau pakaian dalamnya supaya terhindar dari gangguan tersebut.

Dari sisi medis, benda-benda yang katanya jimat itu tak punya efek sama sekali bagi kesehatan dan keselamatan bumil maupun janinnya. Kalau bumil dan bayinya mau sehat, tentu saja harus makan-makanan bergizi, tidak boleh capek dan stres.

Menurut Islam, percaya pada jimat adalah perbuatan syirik. Syirik termasuk dosa paling besar yang tidak diampuni Allah. Allah lah sebaik-baiknya penjaga. Jika bumil ingin bayi dilindungi dari makhluk yang ingin berbuat jahat, dekatkan diri pada Tuhan dengan perbanyak ibadah.

7. Tidak Boleh Berhubungan Intim Selama Masa Kehamilan

Siapa bilang selama masa kehamilan, bumil dilarang berhubungan intim dengan suami? Itu hanya mitos belaka. Berhubungan seks saat hamil diperbolehkan asal tidak dalam intensitas sering, misalnya setiap hari. Minimal tiga kali seminggu, meski itu bukan patokan.

 

8. Pamali Melilitkan Handuk di Leher Agar Bayi Tak Terlilit Tali Pusar

Mitos lainnya yang membayangi bumil adalah dilarang mengalungkan atau melilitkan handuk, headset, atau benda lainnya di leher kalau tidak mau bayinya terlilit tali pusar. Sebetulnya tidak ada hubungan sih ya. Bayi terlilit tali pusar yang panjang disebabkan karena bayi terlalu aktif bergerak di dalam kandungan.

Bumil, Yuk Persiapkan Asuransi Kesehatan demi Buah Hati

Selama proses kehamilan hingga persalinan, ada saja risiko kesehatan yang mengintai, baik bagi bumil sendiri maupun si jabang bayi. Lindungi Anda dan buah hati dari berbagai penyakit dan keluhan dengan asuransi kesehatan.

Biaya pengobatan dan perawatan medis akan ditanggung pihak asuransi melalui premi yang dibayarkan setiap bulan. Bila ingin mencari produk asuransi kesehatan dengan premi terjangkau, ajukan saja di marketplace produk keuangan. (Sumber : Cermati.com)