Diduga “Jatah” Orang Dekat Bupati, Proyek Pasar Bahodopi Dikerja Asal-Asalan?

oleh -
oleh
Pembangunan pasar moderen Bahodopi, Morowali. Foto: Tim

Kemudian, tampak para pekerja itu hanya menggunakan mesin pencampur manual berupa mesin molen dengan material pasir lokal yang tampak mengandung tanah, proses pencampuranya tidak diawasi konsultan ataupun mandor proyek.

Demikian hal dengan proses pembuatan cakar ayam, pekerja proyek hanya melaksanakan metode kerja manual yakni pengecoran dengan menuangkan material semen dan pasir dalam lubang tanpa membersihkan areal pengecoran yang dipenuhi dengan air. Hal ini rentan dengan kualitas mutu beton yang disyaratkan, apalagi fungsi pondasi dan cakar ayam adalah pemikul beban bangunan nantinya.

“Kami hanya pekerja pak, yang kami kerjakan perintah mandor ” kata R, salah seorang pekerja asal pangkep dilokasi proyek, Rabu ( 06/05/2025).

Para pekerja menyebutkan, bahwa pelaksanaan proyek tersebut diawasi sepenuhnya oleh Bahri, seorang mandor asal Sulawesi selatan, tetapi saat dikonfirmasi justru Bahri menapik jika dirinya adalah kepala proyek tersebut.

“Saya bukan kepala proyek pak, saya hanya mandor yang direngkrut daeng Beta, saya cuma bawa anak buah tukang untuk kerja ” akunya melalui sambungan telepon.

Proyek dengan sumber anggaran Dana Alokasi Khusus ( DAK) 2025 senilai Rp. 29.999.999.625 ini disinyalir adalah proyek yang diarahkan dan diatur pemenangnya, sehingga tampak jelas longgar dalam pengawasannya baik sejak proses tender hingga pelaksanaan kontrak.

Santer tersiar kabar jika proyek ini adalah jatah dari orang dekat bupati Morowali, Ikhsan Abdul Rauf. Tetapi ada juga yang menyebut proyek ini adalah “jatah” Oknum Penegak hukum di bumi Tepe Asa Maroso.

Sumber : Tim LM