PosRakyat – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tolitoli saat ini lagi melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan (Puldata/Pulbaket) terkait dugaan penggelembungan anggaran Uji Kompetensi (Ukom) sebesar 396 juta yang dilaksanakan pada Desember 2023 lalu.
Kasi Intel Kejari Tolitoli Gandi dikonfirmasi media ini kamis (3/10) 2024 melalui telepon mengatakan anggaran Ukom yang nilainya mencapai 396 juta di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tolitoli kini masih sebatas Pulda Pulbaket.
Baca Juga: Survei Pilar Bangsa Research 23-30 September 2024: Pasangan Anwar – Reny Unggul dari Paslon Lain
Baca Juga: Pasangan Cagub – Cawagub Anwar Hafid – Reny Lamadjido Unggul dalam Pilgub Sulteng 2024
“Masih pengumpulan data dan bahan keterangan, dan baru mulai kemarin kita melakukan permintaan keterangan” ungkap Kasi Intel Kejari Tolitoli.
Informasi yang di himpun media ini dari salah satu peserta Ukom ada 72 peserta yang mengikuti Ukom terdiri dari dokter, perawat, bidan, SKM, farmasi serta apoteker diketahui hanya menjalani masa ujian selama dua hari dan tidak menginap di hotel tempat pelaksanaan Ukom.
“Tanggal 19 Desember, kegiatannya pra assesmen, sosialisasi terkait kelengkapan dan tata cara ujian, selesai langsung pulang. Kemudian 28 Desember lanjut ujian dari delapan sampai jam 2 waktu itu. Jadi pelaksanaannya hanya dua hari,” ungkap salah seorang peserta.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Tolitoli Moh. Nasir Dg Marumu, S.Pt.,M.Si dikonfirmasi media ini melalu WhatsApp (WA) mengatakan, kalau dirinya kurang mengetahui permasalahan yang terkait pelaksanaan Ukom tersebut.
“Kurang tau masalahnya, tanya sama pak Idris,” jawabannya singkat.
Terpisaha, pengakuan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Idris Langgai saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut digelar selama lima hari. Bahkan ia mengaku pelaksanaan Ukom tersebut terlaksana dengan sukses dan tidak ada masalah, karena berlangsung sesuai ekspektasi.






