Kejaksaan Negeri Donggala Raih Terbaik Kedua se Indonesia

oleh -
Yuyun Wahyudi, mantan Kepala Kejaksaa Negeri Donggala yang saat ini menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Ciamis di Jawa Barat. Foto: PosRakyat.com

PosRakyat –  Dibawa kepemimpinan Yuyun Wahyudi, SH., MH, Kejaksaan Negeri (Kejari) Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) berhasil meraih predikat terbaik ke II se Indonesia dalam penanganan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tahun 2020.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada bapak Jakasa Agung, bapak Wakil Jaksa Agung beserta bapak Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus yang telah menilai  Kejari Donggala  sebagai Kejari Tipe B Terbaik kedua se-Indonesia.” Ujar Yuyun Wahyudi, SH, MH yang saat ini menjabat sebagai Kejari Ciamis, Jawa Barat sejak 8 Desember 2020.

“Ini merupakan  kenang- kenangan bagi saya setelah hampir 2 tahun 4 bulan saya menjabat selaku Kepala Kejaksaan Negeri Donggala,” tambahnya, dikutip PosRakyat dari MataFokus, Rabu, 16 Desember 2020.

Yuyun Wahyudi mengatakan, penilaian ini dilakukan Jaksa Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI. Dimana peringkat I diraih Kejari Sorong, peringkat II diraih Kejari Donggala, Sulteng dan peringkat III diraih Kejari Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

Pengumuman hasil penilaian tersebut kata dia disampaikan saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) oleh Kejaksaan Agung RI yang digelar secara virtual pada Senin, 14 Desember 2020.

Sementara, menegenai prestasi yang dicapainya tersebut tentunya tidak terlepas dari kerja sama seluruh jaksa dan pegawai terutama Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Donggala dimana setiap penanganan perkara langsung melakukan supervisi.

“Alhamdulillah, tentunya semua ini berkat dukungan dan doa dari masyarakat Kabupaten Donggala,” ucap Yuyun Wahyudi.

Sebelumnya, Kejari Donggala melalui Seksi Pidana Khusuh mendapatkan penghargaan peringkat pertama dalam penanganan perkara tindak pidana khusus tingkat Kejaksaan Negeri di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah pada tahun 2018 dan 2019 silam.

Diketahui pada tahun 2018, Kabupaten Donggala mengalami bencana alam gempa bumi dan gelombang tsunami, namun hal itu tidak menyurutkan Kejari Donggala dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Proses penanganan perkara korupsi di Kejari Donggala dapat berjalan optimal dan tidak mengalami hambatan yang berarti. Dalam periode Januari sampai Dengan Desember 2020, Kejari Donggala sudah berhasil mengembalikan kerugian negara sebesar 2,5 miliar rupiah melalui penanganan perkara korupsi.” ungkapnya.

Yuyun berharap agar seluruh pihak tetap memberikan dukungan pada Kejari Donggala dalam pembangunan Zona Integritas.

“Insya Allah tinggal menunggu pengumuman dari Menpan RB mudah-mudahan Kejari Donggala berhasil meraih predikat WBK,” pungkasnya.***