Kematian Jurnalis Situr Wijaya Janggal: Tiga Teman Almarhum juga Mendadak MD, Mungkinkah ada Kaitannya?

oleh -
oleh
Ilustrasi

PosRakyat – Meninggalnya Situr Wijaya (SW) yang merupakan seorang jurnalis sekaligus pemilik media online InSulteng.id masih menjadi tanda tanya bagi sebagian pihak hingga saat ini. SW ditemukan meninggal dunia (MD) di kamar Hotel D’Parago, Kebon Jeruk, Jakarta, Jumat (4/4/2025).

Kematian SW dicurigai janggal oleh sejumlah pihak. Foto – foto jenazah almarhum yang diterima keluarga tampak ada lebam – lebam di wajah dan bagian tubuh lainnya. Selain itu, terlihat dalam foto itu, dimana pori – pori di tengah jidat almarhum agak membesar yang seakan menandakan telah mengalami benturan keras.

Mungkinkah kematian SW mengarah pada dugaan pembunuhan, ataukah ada factor lain? Diketahui, Situr Wijaya dikenal juga salah satu jurnalis yang sangat kritis di Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Skandal Suap Hakim CPO: Rp60 Miliar Diduga Bayaran untuk Vonis Lepas Tiga Korporasi

Baca Juga: HUT ke-61 Sulteng, Gubernur Anwar Hafid Hadiakan Pendidikan dan Kesehatan Gratis untuk Warga

Sementara, informasi dihimpun tim media ini, bahwa dalam masa sekira dua tahun belakangan ini jurnalis SW aktif melakukan pendampingan sengketa lahan di Morowali Utara (Morut) Sulawesi Tengah (Sulteng).

“SW memang belakangan ini aktif melakukan pendampingan non litigasi terhadap masyarakat yang tengah berkonflik agraria, masalah lahan di Morut,” kata salah seorang teman almarhum.

Pendampingan itu juga melibatkan beberapa aktivis LSM dan praktisi hukum. Salah satu advokasi non litigasi yang dilakukan almarhum bersama rekannya yakni pelaporan ke Kejagung dan Kementerian di Jakarta.

Sebelumnya, tiga rekan SW yang sebelumnya sama-sama melakukan pendampingan tersebut juga dikabarkan meninggal dunia (MD) mendadak.

  1. Inisial AL Meninggal di Jakarta

Almarhum inisial AL dikabarkan meninggal dunia secara mendadak di hotel saat akan melakukan perjalanan dari Jakarta ke Surabaya. Dilaporkan, AL yang asal Tojo Unauna ini meninggal dunia karena serangan jantung pada 29 Oktober 2024 dan dimakamkan kampung halaman istrinya di Lampung.

Dalam pendampingan kasus sengketa lahan di Kabupten Morut itu, almarhum AL yang juga berlatar belakang jurnalis ini disebutkan menjadi mitra jurnalis SW untuk menjadi narahubung di Jakarta dalam upaya advokasi non litigasi, karena AL sudah lama berdomisli di Jakarta.

Kepada salah satu rekannya, almarhum SW sempat menyebutkan bahwa kematian memdadak AL sangat mencurigakan.

“Waktu dapat kabar AL meninggal mendadak, almarhum Situr pernah bilang bahwa kematian AL ini mencurigakan,” sebut salah satu teman dekat SW yang berinisial DY.

  1. Inisial TM

Almarhum TM juga dilaporkan meninggal mendadak dan disebut-sebut terkena serangan jantung.