Kematian Jurnalis Situr Wijaya Janggal: Tiga Teman Almarhum juga Mendadak MD, Mungkinkah ada Kaitannya?

oleh -
oleh
Ilustrasi

Almarhum TM disebut-sebut tergabung dalam salah satu LSM yang turut mengadvokasi konflik lahan bersama almarhum jurnalis SW.

  1. Inisial HH

Almarhum HH juga dikabarkan meninggal dunia sekira satu bulan sebelum kematian TM.

Meski belum terkonfirmasi secara pasti, dalam kasus pendampingan konflik lahan bersama SW, almarhum HH disebut-sebut beberapa kali membantu pembiayaan keberangkatan almarhum SW ke Jakarta untuk melaporkan kasus sengketa lahan di Morowali Utara itu.

Informasi diperoleh setelah kematian almarhum SW, HH sempat 2 kali mengirimkan dana yang diduga untuk keberangkatan ke Jakarta.

Salah satu rekan SW inisial HR mengaku sempat diperlihatkan nominal dana yang masuk dari dari HH. Sayangnya HR mengaku lupa nominal pastinya.

“Pastinya saya lupa nominalnya, yang jelas waktu di atas Rp100 juta,” sebut HR beberapa hari lalu.

Diduga, keberangkatan SW ke Jakarta sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di hotel beberapa hari lalu, selain untuk mudik menjenguk ibunya di Jogyakarta, rupanya dia juga akan membawa laporan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kementerian ATR/BPN terkait permasalahan lahan di Morut. “Katanya dia mau menjenguk ibunya dulu di Jawa, setelah itu ada urusan di Jakarta,” ungkap istri almarhum SW, Selviyanti, yang ditemui di Kota Palu, Jumat, 11 April 2025.

Menurut Selviyanti, terjadi keanehan saat suaminya menginap di hotel yang jauh dari bandara, karena kata dia, selama ini almarhum SW jika transit di Jakarta selalu  menginap di penginapan tidak jauh dari bandara, atau terminal mobil jika ingin ke Jawa via darat.

Apakah mungkin ada pihak yang mengarahkan SW untuk menginap di Hotel D’Paragon yang berlokasi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu?

Sebelumnya diberitakan, saat ini polisi masih menunggu hasil lengkap dari pemeriksaan toksikologi dan histopatologi untuk memastikan penyebab kematian secara menyeluruh.

Lalu, apakah kejanggalan kondisi jenazah almarhum Situr Wijaya yang lebam-lebam diduga akibat kekerasan hingga menjadikannya korban pembunuhan?

Apakah kematian ketiganya ada kaitan dengan pekerjaan mereka dalam advokasi agraria? Jawaban atas pertanyaan ini akan menjadi kunci dalam mengungkap fakta sebenarnya. Wallahu a’lam bishawab.