Setidaknya sesudah pendataan, ia meyakinkan warga bahwa anggaran bantuan akan segera turun dalam kurung waktu setahun kemudian, antara akhir tahun ini atau awal tahun 2021.
Hal itu juga dibenarkan Ketua Komisi III PDRD Sulbar, Rayu saat dikonfirmasi via ponsel. Ia mengatakan, sudah berkoordinasi dengan pemda Pasangkayu melalui dinas terkait.
Sedikit ia menambahkan, dampak gempa dahsyat setahun lalu itu, di Pasangkayu tidak begitu mendapat perhatian. Pasalnya, sorotan lebih tertuju ke pusat gempa yaitu Palu dan dan sekitarnya.
Padahal, berdasarkan data di wilayah ini, ratusan rumah dan bangunan lain mengalami rusak parah, tapi tidak terlalu terekspos.
Pihak pemerintah provinsi Sulbar melalui dinas perumahan dan pemukiman akan merampungkan pendataan, selanjutnya akan diverifikasi guna memastikan kondisi rumah warga yang mengalami rusak berat.
“Khusus hunian warga korban bencana, itu diambil alih pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam memberikan jaminan layanan hunian pasca gempa,” kata Intje saat dihubungi salah satu rekan wartawan di Pasangkayu.
Arham Bustaman






