PosRakyat – Proyek penanganan lereng ruas Tambu – Tompe – Pantoloan dibawah kendali Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), tahun anggaran 2023, menelan korban jiwa.
Proyek dengan nilai kontrak Rp61.374.845.600 yang di kerjakan PT. Anugerah Karya Agra Sentosa, pada Minggu siang, 5 Maret 2023 sekira pukul 14.00 wita tepatnya di Desa Enu mengalami longsor dan mengakibatkan satu orang pekerja tewas tertimbun longsor dan dua orang lainnya mengalami luka berat.
Baca Juga: Prabowo Subianto Kritik Putusan PN Jakpus yang Menunda Pemilu 2024
Baca Juga: BPJN Sulteng Dilapor Ke Kejaksaan
Baca Juga: Kualitas Buruk Proyek Rp88,3 Miliar di Ruas Jalan Lingkar Palu
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng yang tersebar luas ke Group WhatsApp (WAG), korban yang meninggal bernama Hendra (25 tahun) yang saat kejadian tengah bekerja menangani longsor di ruas jalan tersebut, Sementara dua orang yang mengalami luka – luka bernama Taufik (22 tahun) dan Saifudin (29 tahun).
Berdasarkan video yang tersebar luas ke masyarakat, nampak para pekerja lainnya sedang menggali korban yang tertimbun longsor dan dibawa ke mobil ambulance yang sudah disiapkan di lokasi kejadian.
Akibat kejadian ini, arus lalulintas jalan dari arah Pantai Barat menuju Palu dan dari arah Palu menuju Pantai Barat tertutup total hingga sore hari.
Informasi yang dihimpun Konsorsium Media Sulteng bahwa pekerjaan yang dilaksanakan oleh perusahaan asal Jawa Timur itu, pada titik terjadinya longsor yang mengakibatkan tewasnya seorang pekerja adalah titik pekerjaan yang di subkon kan.
Sementara itu, Pihak BPJN Sulteng melalui Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN Wilayah I Sulteng, Edwin Christofel Manurung yang dikonfirmasi atas kejadian di ruas itu mengatakan, penyebab kejadian longsor tersebut adalah faktor alam, longsoran tanah dari puncak bukit yg mengenai perancah.






