“Termasuk dalam produk Muktamar Solo ini, salah satu orientasi ke depan adalah bagaimana melakukan internasionalisasi dalam dakwah Muhammadiyah,” ucap Ustadz Fathurrahman.
Baca Juga: Pelayanan RSUD Ampana Dikeluhkan Keluarga Pasien
Menurutnya, saat ini perwakilan Muhammadiyah sudah hadir di lima benua, yaitu Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia. Di Mesir, Muhammadiyah bahkan memiliki usaha amal dan bahkan mendirikan Perguruan Seni Bela Diri Tapak Suci Muhammadiyah.
“Nah, baru-baru ini PWM Jatim membeli gereja di Spanyol,” katanya.
Baca Juga: Istri Gubernur Sulteng Resmi Mengundurkan Diri Dari NasDem
Dia menambahkan bahwa Muhammadiyah selama ini tidak bergerak dengan instruksi dari atas ke bawah, melainkan bergerak dengan inisiatif dari bawah.
“Jadi kegiatan teman-teman atau kader-kader yang berdiaspora di banyak negara-negara besar termasuk di Jepang, mereka menginisiasi berbagai macam kegiatan, bukan hanya kegiatan keagamaan tetapi juga kegiatan kemanusiaan, misalnya di Turki dan sebagainya,” jelas Ustadz Fathurrahman.
Baca Juga: Polisi Jangan ‘Tutup Mata’ Terkait Aktifitas Kembali PETI di Desa Bodi Kabupaten Buol
Sebagai informasi, keinginan Muhammadiyah untuk membeli gereja di Spanyol pertama kali diungkapkan dalam Sidang Pleno I Muktamar ke-48 Muhammadiyah yang diadakan di Surakarta pada November 2022. Hal itu dikemukakan oleh Dr. Saad Ibrahim yang saat itu menjadi Ketua PWM Jatim.***






