PosRakyat – Aksi premanisme yang ditunjukkan oleh seorang orator dari massa pendukung kepala desa Bajugan yang disidangkan karena dugaan kasus asusila terhadap seorang wartawan di depan Pengadilan Negeri (PN) Tolitoli pada Kamis 1 Januari 2024, mendapat perhatian khusus dari ketua Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI) Buol – Tolitoli.
Melalui siaran persnya yang diterima posrakyat.com, Jumat 2 Januari 2024, Syahrul, Ketua PWI Buol-Tolitoli meminta semua pihak menghargai kerja kerja wartawan.
“Tolong hargai pekerjaan kami, kami bekerja sesuai amanat undang – undang negara, bukan tanpa dasar dan aturan,” ujar Syahrul.
Baca Juga: Ruas Jalan Air Terang – Momunu Kondisi Mantap, Mobilitas Masyarakat Makin Lancar
Baca Juga: Belum Lama Selesai Dikerjakan, Talud dan Saluran Digarap PT Bumi Karsa Terancam Ambruk
Syahrul telah meminta korban persekusi dan intimidasi oknum orator aksi di depan PN Tolitoli untuk membuat laporan polisi. Hal ini bertujuan agar pelaku intimidasi itu dapat diproses hukum dan menjadi pembelajaran terhadap semua pihak yang tidak menghargai kerja kerja jurnalistik.
“Saya telah meminta saudara Gideon untuk membuat laporan resmi ke Polres Tolitoli, biar di proses hukum agar diketahui motif dan terungkap siapa aktor dibelakang aksi intimidasi tersebut,” ungkapnya.






