Pemimpin Nomor Satu Oman Tutup Usia, Siapa Penggantinya?

oleh -
Sultan Qaboos bin Said Al-Said (Foto : Istimewa)

Posrakyat.com – Sultan Qaboos bin Said Al-Said, orang nomor satu di Oman, tutup usia pada hari ini (11/1) di usia 79 tahun.

Kabar tersebut disiarkan langsung melalui siaran televisi pemerintah Oman. Pemberitaan ini tidak disertai keterangan mengenai penyebab meninggalnya sang sultan.

Dikutip dari kumparan.com, sejumlah media berita setempat mengatakan bahwa Sultan Qaboos memiliki penyakit kanker. Meski demikian, sebelumnya, Sultan Qaboos sempat memeriksakan kesehatannya ke Belgia pada Januari ini.

Wafatnya orang nomor satu Oman ini mengundang persoalan yang cukup besar. Pasalnya, Sultan Qaboos belum pernah menikah dan tidak memiliki anak hingga tutup usia. Hal ini membuat masyarakat bertanya-tanya mengenai siapa penggantinya untuk memimpin Oman. Ia juga tidak pernah memberitahukan pada publik mengenai penggantinya tersebut.

Namun, pada 1997 silam, ia pernah mengatakan penggantinya nanti tanpa menyebutkan namanya saat di wawancarai.

“Saya sudah menuliskan dua nama dalam urutan menurun, dan memasukkannya di dalam amplop tertutup yang saya letakkan di dua wilayah berbeda,” ucap Qaboos.

Beberapa media menyebutkan 3 nama yang digadang-gadang akan menjadi pengganti Sultan Qaboos. Mereka adalah Assad, Shihab dan Haitham bin Tariq al-Said, yang merupakan sepupu dari Sultan Qaboos.

Ketiadaan penggantinya untuk sementara ini dikhawatirkan dapat memicu ketidakseimbangan politik, ekonomi, dan keamanan di Oman. Pasalnya, jika tidak segera menemukan penggantinya, sejumlah pakar memprediksi terjadinya perselisihan keluarga kesultanan serta perang antar suku.

Pada 1996, Sultan Qaboos sempat mengeluarkan Undang Undang mengenai transfer kekuasaan yang menyatakan penggantinya akan dipilih pada 3 hari setelah kosongnya tahta.

Bila tidak dilakukan, kekuasaan Oman akan sepenuhnya berada di tangan Militer, Mahkamah Agung, dan Parlemen.

 

Editor : Eno

loading...