PETI Menggila di Tolitoli, Alat Berat Beroperasi Terang-Terangan, Aparat Didesak Bertindak

oleh -
oleh
Tampak excavator tengah melakukan pengerukan di lokasi tambang emas ilegal di desa Mulyasari. FOTO: IST

PosRakyat.com – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali marak di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Daerah yang dikenal sebagai “Kota Cengkeh” itu kini tercoreng oleh praktik tambang ilegal yang beroperasi secara terbuka.

Sorotan mengarah ke Desa Mulyasari, Kecamatan Lampasio, serta Dusun Malempa, Desa Dadakitan, Kecamatan Baolan. Aktivitas yang sebelumnya berlangsung tertutup, kini justru terlihat jelas di lapangan, seolah tanpa pengawasan.

Di Desa Mulyasari, informasi diperoleh media ini, ada dua unit alat berat yang tengah beroperasi. Sementara itu, Kepala Desa Mulyasari, Jumbra, yang dikonfirmasi mengaku telah menerima informasi tersebut, namun belum melakukan pengecekan langsung ke lokasi tersebut.

Baca Juga: Menang Praperadilan, 9 Warga Loli Oge Bebas Status Tersangka: Hakim Perintahkan Hentikan Penyidikan

Baca Juga: HPA Dukung Penuh Polri Jaga Kamtibmas di Sulteng

“Info-nya begitu saya dengar. Cuma belum pernah pemodalnya komunikasi dengan saya, karena saya ada di Palu. Nanti saya coba cek dulu ke dalam,” tulis Jumbra, Selasa (21/4/2026).

Pernyataan itu memunculkan pertanyaan terkait pengawasan di tingkat desa terhadap aktivitas ilegal yang berlangsung di wilayahnya.

Sementara itu, Kapolsek Lampasio, IPTU Mohammad Fathun, saat dikonfirmasi memberikan respons singkat.

“Tanya Tipidter saja,” ujarnya.

Ketika ditanya terkait pemantauan aktivitas PETI, ia mengaku tidak melakukan monitoring.
“Saya tidak monitor,” katanya.