Disinfektan dapat dipakai sebagai usaha mengurangi risiko penularan virus di area-area tertentu seperti masjid, kantor, swalayan, dan lain-lain. Namun, bila bahan-bahan kimia yang dipilih dan dosis yang dipakai tepat.
Ia menyebut cara ini dapat efektif menghambat pertumbuhan, bahkan mematikan kuman di permukaan tubuh.
“Sebaliknya, bila bahan dan dosis yang dipakai tidak tepat atau tidak sesuai standar, dikhawatirkan dapat memberikan efek negatif bagi tubuh,” kata Nanung, Sabtu (4/4).
Embusan atau percikan lembut cairan disinfektan yang dipapar tidak bisa menjangkau virus yang telah terlanjur masuk tubuh dan menginfeksi organ. Dalam kasus ini, pemakaian bilik disinfektan kurang memberi manfaat.
Untuk itu, dia menekankan bentuk ikhtiar terbaik saat ini untuk mencegah penyebaran atau penularan Covid-19 masih tetap physical distancing. Yaitu, senantiasa menjaga jarak aman secara fisik dari kerumunan-kerumunan orang.
Sumber : Republika / Editor : Wjy






