Perangi Corona, Lockdown Di Pasangkayu Menggaung

oleh -
Amries Amier (pakai kopiah) Saat Memasangkan Masker Kepada Warga

Pasangkayu, Posrakyat.com – Sebagian khalayak di Pasangakayu, Sulawesi Barat mengharapkan penerapan total lockdown. Tak terkecuali politisi lokal Amries Amier.

Pemerintah tidak boleh setengah-setengah jika menyangkut persoalan dan keselamatan rakyat. Itu kutipan ia gaungkan melalui akun media sosial miliknya beberapa waktu lalu.

Sdh saatnya kita “garang” Demi kelangsungan hidup org banyak!!! Tdk Ada kata “semi”!!! Daerah lain sdh tertutup rapat!! (Lock down)

Kita masih menggunakan kata “semi” Mencegah sangat lebih baik,,dari pada mengobati!!! Lindungi daerah kita!! Bentengi masyarakat kita!! Karena kita sayang diri & anak istri kita!!! SADARLAH WAHAI SEMUA!! Karena ini tanggung jawab kita bersama!!!

Begitu kopian dua paragraf pernyataan Amries Amier, ketua Nasdem Pasangkayu di akun media sosial miliknya, Minggu, 29 Maret 2020.

Itu disampaikan sebagai wujud protes terhadap pemerintah yang diduga masih setengah hati untuk memberlakukan total lockdown.

Sehari sebelumya, Sabtu, 28 Maret 2020, Herman Yunus juga lantang menyuarakan agar pemerintah daerah Pasangkayu melakukan total lockdown.

Alasannya, daerah ini emergency (darurat). Semi lockdown yang diterapkan pemda, dianggap tidak efektif memutus rantai penyebaran corona.

Berbeda halnya dengan Arfandi Yaumil. Anggota DPRD Pasangkayu ini menjelaskan, lockdown itu kebijakan pemerintah pusat.

Hari ini, pemerintah daerah Pasangkayu hanya bisa melakukan semi lockdown, itu kata dia, juga efektif. Sambil menggali kesadaran masyarakat.

Iapun berharap pada semua pihak, agar tidak bosan mengingatkan masyarakat untuk mengikuti saran pemerintah.

Arham Bustaman

loading...