Sumber juga menyebutkan bahwa tambang ilegal ini dikendalikan oleh dua cukong, salah satunya berinisial HS, sementara yang lainnya berasal dari Toraja, Sulawesi Selatan.
“Yang dekat itu HS, sementara yang di seberang sungai bosnya orang Toraja, saya tidak tahu namanya. Saat ini ada lima alat berat yang beroperasi di lokasi,” ungkapnya via whatsapp belum lama ini.
Lebih lanjut, sumber juga menduga adanya keterlibatan kepala desa dalam aktivitas ilegal ini.
“Pengurusnya termasuk Kades Desa Bulan Jaya, dia juga terlibat,” tambahnya.
(ZF)






