PT Akas Gunakan Material Bekas Pelebaran Jalan Untuk Bangun Saluran dan Talud

Redaksi
Pembangunan saluran dan talud di ruas jalan Trans Sulawesi oleh PT Akas gunakan material bekas galian pelebaran jalan. Foto: PosRakyat.com
A-AA+A++

PosRakyat – Proyek preservasi jalan batas kota Tolitoli – Silondou yang dikerjakan oleh PT. Anugerah Karya Agra Sentosa ( PT Akas )  menggunakan material cuttingan gunung bekas dari pelebaran jalan Trans Sulawesi.

Pengakuan sejumlah warga di ruas jalan tersebut, bahwa pihak PT Akas menggunakan bekas cuttingan gunung untuk dipakai pada pembangunan saluran drainase dan talud di ruas jalan itu.

Baca Juga: 4 Anggota Polres Touna Dipecat Tidak Hormat 

Baca Juga: Material Timbunan Jembatan Kampung Kuala CS Diduga Tak Kantongi Izin, Ancaman Pidana 10 Tahun Denda 10 Miliar

“Perusahaan PT Akas gunakan kembali bekas cuttingan pelebaran jalan ini. Kami diminta untuk mengumpulkan batu ini dengan upah 150 ribu rupiah per ritnya,” kata warga yang tengah memecahkan bongkahan batu bekas cattingan di ruas jalan Trans Sulawesi yang tengah di garap PT Akas saat ini.

Warga lainnya juga mengatakan, bahwa hampir semua susunan batu mortar di ruas itu gunakan material batu bersumber dari bekas cuttingan pelebaran jalan.

“Hampir rata-rata pake bekas dari pelebaran jalan pak. Karena kalau menggunakan batu kali hanya ada di wilayah desa Kayu Lompa kecamatan Basidondo,” terang warga setempat yang tak ingin disebut namanya.

Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker PJN Wilayah I, Ari Subadra mengatakan, terkait material yang digunakan itu untuk pembangunan saluran dan talud, bukan berasal  dari cattingan gunung bekas galian pelebaran jalan yang di kerjakan saat ini.

“Material cuttingan di lokasi tersebut masih belum di angkut. Dan pekerjaan saluran batu mortar memakai material yang dari quarry Tanjung Kulon,” katanya via WhatsApp belum lama ini.

“Memang jenis batunya sama karna hanya berjarak 100 meter dari lokasi quarry dan masih merupakan satu kesatuan batuan,” tambahnya.

Namun untuk lebih pastinya lagi kata Ari, akan mengkonfirmasi kembali pihak PT AKAS terkait laporan penggunaan material bekas galian pelebaran jalan tersebut.

Selain itu, pantauan Posrakyat.com baru baru ini di ruas pekerjaan jalan itu, terlihat talud yang baru dibangun di ruas jalan Trans Sulawesi tepatnya di desa Ogomatanang kecamatan Lampasio kabupaten Tolitoli, terancam ambruk karena kondisinya sudah patah.

Proyek dengan nama paket Preservasi Jalan BTS Kota Toli-Toli – Silondou (SBSN) dengan pagu Rp. 261.318.856.000, penawaran Rp. 243.248.394.000, bersumber dari APBN tahun anggaran 2022 yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Akas.

Paket dengan nilai ratusan miliar ini melekat pada Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Sulawesi Tengah di bawah Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulawesi Tengah Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR RI.***

(ZF)