“Material cuttingan di lokasi tersebut masih belum di angkut. Dan pekerjaan saluran batu mortar memakai material yang dari quarry Tanjung Kulon,” katanya via WhatsApp belum lama ini.
“Memang jenis batunya sama karna hanya berjarak 100 meter dari lokasi quarry dan masih merupakan satu kesatuan batuan,” tambahnya.
Namun untuk lebih pastinya lagi kata Ari, akan mengkonfirmasi kembali pihak PT AKAS terkait laporan penggunaan material bekas galian pelebaran jalan tersebut.
Selain itu, pantauan Posrakyat.com baru baru ini di ruas pekerjaan jalan itu, terlihat talud yang baru dibangun di ruas jalan Trans Sulawesi tepatnya di desa Ogomatanang kecamatan Lampasio kabupaten Tolitoli, terancam ambruk karena kondisinya sudah patah.
Proyek dengan nama paket Preservasi Jalan BTS Kota Toli-Toli – Silondou (SBSN) dengan pagu Rp. 261.318.856.000, penawaran Rp. 243.248.394.000, bersumber dari APBN tahun anggaran 2022 yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Akas.
Paket dengan nilai ratusan miliar ini melekat pada Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Sulawesi Tengah di bawah Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulawesi Tengah Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR RI.***
(ZF)






