Rizal Melewati Jalan Terjal Menjadi Kepala Desa Pangiang

oleh -
Rizal, Kepala Desa Pangiang

Soal administrasi kependudukan, ia mengakui belum teratur, karena masih ada warga keluar masuk belum terdata baik. Namun lagi ia akan menindaklanjuti segera demi perbaikan.

Agar dapat bersinergi dengan pemerintah desa, ia berharap kepada warga dan utamanya BPD sebagai mitra kerja, bersinergi dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan di desa agar tidak ada saling menyalahkan.

Warga berharap pada kepemimpinan Rizal, agar ada evaluasi terkait perangkat desa yang sudah mendapat tunjangan namun kinerja di lapangan diduga belum maksimal.

Tahun ini, desa Pangiang mendapat kucuran dana sekira dua miliar empat puluh juta rupiah (Rp2,40 M) untuk kebutuhan pembangunan desa mencakup fisik dan pemberdayaan.

Pada agenda pemerintahan desa, ia memiliki sejumlah visi dan misi, di antaranya bidang agama. Demi keseragaman bacaan, dia mengadakan pelatihan bagi para guru mengaji di desa ini.

Selain itu, program masyarakat religius juga masuk dalam program ini. Targetnya, agar desa Pangiang ke depan bisa bebas buta huruf hijaiyah.

Dan terakhir, penggalakan program magrib mengaji bersma para kepala dusun, linmas, RT serta masyarakat umum.

Program unggulan lainnya yang tak kalah penting, yakni bidang pertanian utamanya persawaan. Melihat potensi persawahan di desa ini yang lumayan luas, bisa diupayakan panen raya dua kali dalam setahun.

Dan ini sudah mulai berjalan. Hal itu tak lepas dari keinginannya membantu pemerintah untuk mengembalikan kejayaan petani seperti era tahun 70 hingga 80an agar kembali swasembada pangan.

Pengalaman Organisasi :

– Pengurus BEM FKIP Untad

– Pengurus Morality                     (Prodi)

Pengalaman Kerja :

– Guru SDN-SMPN Pangiang

– Pendamping Program         Keluarga Harapan (PKH)

– Penyelengara Pesta     Demokrasi Tingkat Desa (PPS)

Arham Bustaman