Sabagai tindaklanjut kegiatan FGD yang telah dilakukan, hari Kamis, 28 Februari 2020, dilakukan pertemuan lintas sektoral di Hotel Trisakti, Pasangkayu dengan menghadirkan kelompok kerja eliminasi malaria kabupaten Pasangkayu.
Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah kecamatan, kepala Puskesmas dan OPD terkait seperti Dinas PU, PMD, Kominfo, Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan serta klinik-klinik perkebunan di kabupaten Pasangkayu.
Pada pertemuan tersebut disepakati penguatan koordinasi dan kerja lintas sektoral untuk menyukseskan kabupaten Pasangkayu Eliminasi Malaria 2020.
Beberapa hal yang akan ditindaklanjuti, yakni adanya regulasi terkait dengan surveilans migrasi di tingkat kecamatan hingga ke tingkat desa. Kedua menguatkan surveilans malaria 1-2-5 setelah ditemukan kasus malaria.
Juga ditekankan, agar hari kedua sudah dilakukan penyelidikan epidemiologi dan hari ke lima sudah dilakukan tindakan. Hal ini, juga telah disepakati oleh klinik-klinik perkebunan sawit termasuk kerjasama terkait laporan ke puskesmas dan dinas Kesehatan.
Sekertaris Dinas Kesehatan Pasangkayu, Amalia Anwar, menyampaikan rasa gembira terhadap antuasiasme semua sektor di kabupaten Pasangkayu untuk mengeliminasi malaria dari wilayah mereka.
“Dengan upaya lintas sektor ini, kami optimis bahwa kabupaten Pasangkayu bisa bebas malaria pada tahun 2020. Dan tentunya, ini sebuah pencapaian besar untuk mendukung provinsi Sulawesi Barat bebas Malaria di Indonesia,” kata Amalia.
Tahapan ini dimulai dengan penilaian awal yang akan dilakukan oleh Dinas Kesehetan Sulbar pada bulan April 2020. Selanjutnya, akan diajukan ke Kemenkes pada September 2020 jika sudah memenuhi syarat.
Semua berharap agar kabupaten Pasang kayu berhasil mendapatkan sertifikasi eliminasi malaria tahun ini.
Kominfo Pers Pasangkayu
Arham Bustaman






