Baca Juga: Nuzul Rahmat Resmi Jabat Kajati Sulteng, Diharapkan Tegas Berantas Korupsi
Nelson merinci tiga manfaat utama dari program cetak sawah baru tersebut:
- Penambahan luas baku sawah dari 126.985 hektare menjadi 137.165 hektare.
- Peningkatan produksi beras sebesar 45.810 ton gabah kering giling (GKG), setara dengan 29.779 ton beras. Ini berpotensi menaikkan surplus beras Sulawesi Tengah dari 137 ribu ton pada tahun sebelumnya menjadi sekitar 150 ribu ton.
- Peningkatan pendapatan petani, terutama di kabupaten-kabupaten yang menjadi sasaran program.
Nelson juga menyampaikan bahwa DIPA kegiatan ini telah diterima pada 11 Juni 2025. Selanjutnya, pada 16 Juni 2025, pihaknya langsung menandatangani kontrak untuk pelaksanaan tahap perencanaan, meliputi kegiatan Survey, Identifikasi, dan Desain (SID).
“Langkah ini kami lakukan cepat agar program berjalan tepat waktu dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat petani,” pungkas Nelson.






