PosRakyat – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mencatat sejarah baru dalam layanan kesehatan dengan meluncurkan program BERANI SEHAT. Melalui program ini, warga cukup membawa KTP untuk mendapatkan pelayanan medis, bahkan jika mereka tidak memiliki jaminan kesehatan atau status BPJS Kesehatan terblokir akibat tunggakan.
Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, menegaskan bahwa pemerintah daerah menanggung sepenuhnya biaya pengobatan masyarakat, tanpa membeda-bedakan jenis penyakit atau fasilitas kesehatan yang dipilih.
Baca Juga: Dugaan Pelecehan Mahasiswi Magang oleh Oknum Pegawai BPR Tolitoli Naik ke Tahap Penyidikan
“Tidak ada lagi warga yang kesulitan berobat hanya karena biaya. Pemerintah daerah yang menanggung semuanya,” ujar Anwar Hafid dalam arahannya kepada stakeholder kesehatan daerah secara hybrid di Ruang Polibu, belum lama ini.
Menurut Anwar Hafid, beban terbesar masyarakat terletak pada biaya kesehatan dan pendidikan. Oleh karena itu, solusi mengatasi kemiskinan harus dimulai dengan meringankan beban di dua sektor ini.
“Menyelesaikan masalah pendidikan dan kesehatan akan menurunkan angka kemiskinan secara signifikan,” tegasnya, mengacu pada keberhasilannya di Morowali saat membebaskan biaya kesehatan dan pendidikan dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.






