Di tengah tantangan efisiensi anggaran, Anwar Hafid meminta seluruh tenaga kesehatan tetap fokus menjalankan program BERANI SEHAT dengan prinsip money follow function, yakni memastikan anggaran digunakan secara efektif dan tepat sasaran.
“Jangan ragu menyusun program yang bermanfaat. Jangan dulu lihat anggarannya, tapi pastikan program sesuai dengan arah pembangunan,” pesannya.
Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran kesehatan untuk selalu berkoordinasi dengan Wakil Gubernur, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes terkait eksekusi program BERANI SEHAT.
“Eksekusi semuanya bersama Ibu Wagub,” tegasnya.
Program BERANI SEHAT bertujuan meningkatkan responsivitas fasilitas kesehatan dalam melayani pasien rawat inap maupun rawat jalan, meningkatkan kualitas SDM serta infrastruktur kesehatan, dan membangun rumah sakit berstandar internasional untuk layanan yang lebih inklusif.
Beberapa target utama program ini meliputi:
- Pemeriksaan kesehatan gratis berbasis hari ulang tahun masyarakat dan untuk ASN.
- Eliminasi penyakit TB hingga 50% dalam lima tahun.
- Peningkatan kualitas dan fasilitas rumah sakit kabupaten, dimulai dari RS Undata dan Madani sebagai percontohan sebelum diterapkan di daerah lain.
“Kami ingin membenahi rumah sakit pemerintah agar masyarakat mendapat layanan kesehatan terbaik,” pungkas Anwar Hafid.
Pertemuan ini dihadiri oleh Sekprov Dra. Novalina, M.M, Asisten Pemerintahan dan Kesra Dr. Fahrudin, S.Sos, M.Si, Kadis Kesehatan Sulteng dr. Komang Adi Sujendra, Sp.PD, serta perwakilan BPJS Kesehatan, direktur RS pemerintah dan swasta, serta tenaga kesehatan se-Sulawesi Tengah.






