13 Saksi Diperiksa atas Kematian Wartawan Situr Wijaya: Pihak Hotel Diduga Bersihkan TKP Tanpa Lapor Polisi

oleh -
oleh
Alamarhum Situr Wijaya (kiri) dan Selvianti istri almarhum bersama Heru selaku ketua PWI Peduli serta narahubung keluarga. Foto: Ist

Syahrul mengungkapkan, dalam catatan registrasi hotel diketahui almarhum masuk hotel D’Paragon tanggal 3 april 2025 pada pukul 09.22 WIB. Almarhum sempat keluar dari kamar sekitar pukul 14.00 dan kembali pada pukul 17.30 WIB. Almarhum tidak pernah lagi terlihat keluar kamar hotel No 50 sejak saat itu.

“Nanti di hari Jumat, tanggal 4 April 2025 jam 11.00 WIB pihak hotel yang akan mengkonfirmasi apakah akan lanjut menginap, dan ternyata tidak mendapat jawaban dari almarhum saat itu. Petugas hotel kemudian mengetuk kamar hotel dan tidak ada jawaban, disaksikan Ketua RT setempat, pihak hotel membuka paksa pintu kamar nomor 50 dan menemukan tamu atas nama Situr Wijaya tergeletak di lantai hotel dengan posisi tertelengkup miring kearah kiri,” jelas Syahrul.

Dalam penelusuran lapangan yang dilakukan Syahrul, ditemukan fakta bahwa pihak hotel D’Paragon tidak menghubungi kepolisian untuk mengabarkan kasus kematian Situr Wijaya. Bahkan kata dia, ditengarai pihak hotel yang menghubungi ambulance untuk membawa jenazah almarhum, tanpa dilakukan olah TKP. Pihak hotel juga langsung membersihkan tempat ditemukan jenazah almarhum Situr Wijaya. Dan pihak hotel membiayai sewa ambulance ke rumah sakit.

Berdasarkan investigasi yang dilakukannya itu, Syahrul menduga ada upaya mengaburkan tempat kematian Situr Wijaya dengan adanya permohonan surat kematian atas nama Situr Wijaya dengan keterangan kematian disalah satu rumah warga. Hal ini tengah ditelusuri penyidik dan menjadi catatan penting dalam kasus kematian almarhum Situr Wijaya.

“Keluarga Situr Wijaya mengetahui kabar kematiannya lewat telepon milik slmarhum, kejanggalannya adalah handpone almarhum itu memakai pasword yang sandinya hanya diketahui almarhum. Sehingga patut diduga Gawatnya dibobol orang tidak dikenal,” ungkapnya.

Jenazah Almarhum Situr Wijaya dievakuasi oleh Kepolisian Sektor Kebon Jeruk pada hari Jumat, pukul 21.00WIB dipelataran rumah sakit Duta Indah dijalan Teluk Gong Raya No. 12 RT 5/RW.17, Penanggalan, Kecamatan Penjaringan, Kota Jakarta Utara. Jenazah ditemukan dalam mobil ambulance jenis Alphard warna hitam dengan nomor Plat B 2151 SBG milik salah satu usaha pemulasaran jenazah di Jakarta.

Atas permintaan keluarga, jenazah almarhum Situr Wijaya dilakukan autopsi pada Sabtu (05/04/2025) di Rumah Sakit Polri, Keramat Jati. Proses Autopsinya dimulai pukul 10.00 WIB dan dinyatakan selesai pukul 15.00 WIB.

Jenazah Almarhum Situr Wijaya diterbangkan dari Jakarta melalui penerbangan Batik Airlines pada hari Minggu (06/04/2025), tiba di Palu Pukul 07.00 WITA di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu. Proses pemulangan jenazah dibiayai sepenuhnya oleh Gubernur Sulteng, H. Anwar Hafid melalui istri Almarhum, Selvianti.

Jenazah almarhum dibawa ke desa Bangga Kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi, dengan menggunakan Ambulance milik Dokkes Polda Sulteng.

Sebelum dikebumikan pada pukul 10.00 Wita terlebih dahulu jenazahnya disholatkan dan dilepas oleh keluarga yang juga dihadiri oleh Anggota Komisi II DPR RI Dapil Sulteng, Longki Djanggola.