Kejari Poso Ajukan Kasasi atas Vonis Bebas Terdakwa Kasus Pungli SMAN 3 Poso

oleh -
Sidang Online- Sidang pembacaan putusan kasus korupsi Pungli uang komite SMAN 3 Poso secara online.

PN Palu Vonis Bebas Aldjufri S. Mahmud, dan Suhariono


Poso,PosRakyat.Com- Kasus korupsi Pungli pembayaran iuran komite Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Poso, akhirnya menjalani sidang pembacaan putusan oleh Majelis Hakim, di Pengadilan Negeri Palu.

Terdakwa Drs. Aldjufri S. Mahmud dengan nomor perkara 25/Pid.Sus-TPK/2020/PN Pal, dan terdakwa Drs. Suhariono, 24/Pid.Sus-TPK/2020/PN Pal, keduanya, merupakan mantan Kepala SMAN 3 Poso itu telah menjalani sidang putusan secara online.

Kedua mantan Kepala SMAN 3 Poso itu akhirnya bernapas lega, karena Majelis Hakim membacakan putusan dengan membebaskan kedua terdakwa dari tuntutan.
“Putusannya semua bebas pak (Wartawan)” ungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yesky Wohon SH, saat dikonfirmasi media ini terkait kasus korupsi Pungli di SMAN 3 Poso tersebut.

Jaksa Yesky mengatakan bahwa pihaknya tetap menempuh upaya Kasasi ke Mahkamah Agung, dan tinggal menunggu Salinan putusan dari Pengadilan Negeri Palu.

“Kita tetap akan Kasasi dan menunggu Salinan putusan Majelis Hakim dulu, karena tuntutan kami itu kurungan penjara 4 tahun, denda Rp 200 juta subsider 6 bulan,” ungkapnya lagi.

Sekadar diketahui, Dakwaan dibacakan dalam sidang teleconference sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yesky Wohon menguraikan, Aldjufri S.Mahmud selaku kepsek menetapkan besaran pembayaran pungutan yakni , Pungutan Uang Komite, sebesar Rp 70 ribu/siswa/bulan, salah satunya dipergunakan untuk tunjangan kepala sekolah, tunjangan wakasek, tunjangan wali kelas dan lain-lain.

Selanjutnya kata dia, pungutan Pembayaran Biaya Pendaftaran Siswa Baru, untuk laki-laki Rp 430 ribu, perempuan muslim Rp510 ribu, termasuk pembayaran uang komite 2 bulan, serta pengadaan pakaian seragam sekolah (baju olahraga, batik, atribut sekolah, dan lain-lain).

“Atas pengadaan tersebut terdakwa mendapatkan fee dari penyedia untuk dibagikan bersama guru-guru, ” urai Yeski dihadapan majelis hakim di ketuai Aisa H.Mahmud , Selasa (16/6).
Ia menjelaskan, terdakwa memperoleh keuntungan pribadi sebesar Rp19.2 juta menguntungkan orang lain yakni guru-guru sebesar Rp 166 juta.

Sementara Suriono kata dia, melanjutkan perbuatan Aldjufi kepsek sebelumnya melakukan Pungutan uang Komite, Rp 70 ribu/siswa/bulan, pungutan Pembayaran Biaya Pendaftaran Siswa Baru, untuk laki-laki Rp 460 ribu, perempuan muslim Rp 540 ribu, serta pungutan Uang Bimbingan Belajar /Les, untuk siswa-siswi kelas XII dengan membayar Rp100 ribu/bulan/siswa.

Penulis : Firman Badjoki