Anggota DPRD Pasangkayu Keberatan Gaji ASN Dipotong Untuk Corona

oleh -
Herman Yunus, Anggota DPRD Pasangakayu

Pasangkayu, Posrakyat.com – Wacana ketua tim gugus covid-19 sekaligus sekretaris Daerah Pasangkayu, Firman melakukan penggalangan dana Rp50 ribu dari kalangan ASN mendapat reaksi dari DPRD Pasangkayu.

Jika itu dikumpulkan, bisa mencapai Rp300 juta setiap bulan dari seluruh jumlah ASN. Sedikitnya, Rp400 juta sisa kekurangan dari total Rp3 miliar yang dibutuhkan tim ini hingga April mendatang.

Wacana itu disampaikan Firman saat RDP evaluasi kerja tim gugus covid-19 di ruang aspirasi gedung DPRD Pasangkayu, Sulawesi Barat, Senin, 30 Maret 2020.

Herman Yunus, anggota DPRD Pasangkayu menyampaikan keberatan jika wacana itu dilakukan. Sebab, kata dia, masih banyak pos anggaran lain yang bisa dialihkan untuk mendanai penanganan corona ini.

Selain dana HUT Pasangakayu senilai Rp1,8 miliar, dana alokasi khusus (DAK) untuk pembangun fisik yang tidak terlalu mendesak, juga bisa dialihkan.

“Ini cukup membebani ASN. Anggaran HUT Pasangakayu dan anggaran pilkada, itu lebih baik dialihkan ke sini (penanganan corona),” kata Herman.

ASN lanjut Herman, kebanyakan memiliki keluarga dan kebutuhan lain. Sehingga tidak wajar jika gaji mereka dipangkas untuk menutupi penanganan kasus corona.

Namun ia tak melarang jika ada ASN yang suka rela ingin membantu, tapi buka suatu kewajiban.

Seorang ASN Pasangakayu yang tidak desebutkan nama, juga merasa keberatan soal wacana ini. Pasalnya, gaji bagi setiap ASN beda-beda.

Arham Bustaman

loading...